Selasa, 26 Desember 2017

Sapa ? ,ah kamu.







gerah bertambah
Awan menutup tudungnya
Terik menari di atas nara
pantai seperti padang tandus
Dan ombaknya hanya mataforgana

Siang ini tak disangka panas sampai petang, 

kiranya sapa "hei" mu datang tiba-tiba

Matamu seakan bersajak,
Sepanjang hari aku ingin membacanya.


Selasa, 28 November 2017

Dua sembilan

"Cahaya menerangi meski tak berwujud sekalipun, 
Cahaya bukan silau penerang
cahaya hanya melaksanakan tugasnya; memberi petunjuk,
Setelah itu,
terserah nalar akan beranjak atau tetap berpijak",

Saya tak pandai  bereaksi  setelah badai,
nalarku pun dilema apakah harus bahagia atau malah merindui gemuruh rintik.
buatmu saya Ibarat perahu  yang menyukai terombang di atas  ombak,Mengganggu hempasan  bahagiamu yang ingin menggapai tepian, tempatmu menunggu cahaya lembayung setelah melewati hari yang melelahkan.

sekali lagi Cahaya bukan sesuatu yang bersinar dari nyala gedung perkotaan,
Cahaya berasal satu hembusan  pengharapan
Cahaya adalah nyala lilin ulang tahun.


Sabtu, 18 November 2017

Dikte



Bebatuan langit  seolah mendekati
pijarnya berkedip seakan menggodaku untuk mempuisikan ketenangan
suhu malam mengigilkan teras, yang sedari tadi diguyur deras.
angin sehabis hujan juga suara tetesan air melengkapi suasana setenang alunan biola.
raung motor melesat diantara tiang jalan mengganggu lampu lalu lintas yang sedang bersajak, Hingga dia kehilangan rima hijau dan kuning,menyisahkan warna merah saja,
Merah tanda berhenti.

pelukan remaja perempuan masih terasa hangat begitu romantis, walau ada air mata menetes di punggung lelakinya,
aku masih menghembus pelan, sangat pelan,
hingga tulang di lenganku tak menyadari aku menulis kisah tangis malam ini.


Kamis, 02 November 2017

Aul.

"Jika kau tak menemukanku hari ini,barangkali aku masih ada dihari kemarin, menantimu
kembali,

Jika kau mencariku dikala sore mungkin saja aku ada diantara sepasang remaja yang  mengabadikan nama terbingkai pasir pantai,


jika kau belum menemukanku, alihkan pandanganmu kearah pawana nan jauh!
Aku lagi asyik-asyiknya mempuisikanmu di bawah rayu pohon kelapa",

(Saya tulis dibagian akhir buku catatan,sambil berayun diatas hammock, di samping sebuah biola dan teh tarik kemasan saya biarkan saling menatap , sebuah gantungan kunci saya haruskan di tempatnya)


Jumat, 27 Oktober 2017

Rumput dan daun bait 4

Di peralihan pancaroba daun dan rumput saling bercakap,  
Daun; "hei mengapa kau nampak gelisah?",
Rumput; "aku sudah lama kepanasan",
Daun; (menunjuk ke arah langit  yang mulai mendung) "tenanglah kawan sebentar lagi hujan kan datang",
Rumput; "tak suka hujan, aku malah gerah jika dia datang", (dengan muka merah amarah)
Daun; "hei apa maksudmu ? semua tumbuhan di taman ini menanti hujan pertama!!",
Rumput; "tunggu.., mengapa kau begitu menyukai hujan?",
Daun;  "aku menyukai hujan tanpa alasan !?",
Rumput; "aku membenci hujan sebab kau tak memberiku alasan",

(Tak lama berselang gerimis terdengar , hujan kian deras hingga membasahi sekujur sudut taman )


Rabu, 25 Oktober 2017

Kau di mana ?



Bias cahaya terpencar di celah layar berdaun lontar, angin berhembus pelan serupa budak yang kelelahan,
Hamparan hijau memanjang,
ilalang mengayunkan lengan mengajakku ikut berenang di danau yang kemarau.


Aku ingin kau
Menemaniku tuk mengail awan
Aku ingin kau
di dekatku,
Berdua
menikmati keripik dan teh kemasan,
Menyaksikan dua pasang mata  saling menatap sederhana,
tak ada ponsel
hanya kita berdua.


Minggu, 15 Oktober 2017

Jus wortel bait 15

Dedaunan mulai menunduk, cepatlah!, rintik kan menerpa kerudungmu,
Rintik berharap bisa merobohkan kekagumanku,
tanah yang  kokoh sebentar lagi pasti kan menjelma saus kacang berwarna cokelat lezat,
Hujan datang bertamu.

Seperti hari-hari sebelumnya ketika suara bel berdering,saya  menenangkan diri sambil berharap kau lewat di selasar sekolah, saya selalu mencari celah untuk bisa memandangimu dari kelas terjauh ibarat seorang sniper yang setia  meneropong target buruannya,
Seketika saya mendengar suara cemprengmu(maaf), tiba-tiba pula badanku kaku membeku,
Sungguh,  bodoh !
tiap kali kau berada di radarku,
Saya selalu diam tak berkutik !! Damn !?
.............................................................
sebuah keberhasilan saya bisa  mengurai tulisan di depan kelas ,untuk pertama kalinya saya memberanikan diri  mengacungkan tangan untuk menjawab  soal yang tertera di papan tulis,

" Andai menyapamu  semudah  mengangkat tangan" ,

"Aku berpikir mengapa di papan  selalu tertulis hal-hal yang membosankan seirama dengan rintik yang kian  jatuh sangat cepat,
di satu sisi nalar menjawab
Mengapa hujan diharuskan bertamu jika aku tak bisa menyapamu (sekali saja)?


Rabu, 11 Oktober 2017

.

Kamu apa kabar? 


Dealova dengma dan ombak bait 8

Dengma membaca tulisan ombak, tertulis;
" kita tak bisa memilih kapan harus  jatuh cinta, tetapi kita dapat menentukan harus merawatnya atau membiarkan layu dan mati", 

Dengan menatap pantulan ritma  di lautan,dia menghirup udara sore dalam-dalam, sekuat tenaga mencoba meringankan degup kecemasan dengan vitamin jingga,
Dengma tak sanggup,   jantungnya terus berkontraksi,
Perlahan ombak menggulung menjauhi,
dengma berucap
"Kekhilafanku
Menjadikan diri sebagai sasaran panah chupid padahal aku belum siap jatuh dan terluka",


Selasa, 19 September 2017

12.13

Tlah kutitipkan sepasang sepatu bertali,
aku berharap kau menyimpulnya kuat-kuat,
Sebelum kau menggunakannya melangkah; pergi,
Hei,
kenanglah sesosok sepertiku yang menyerahkan sepasang sepatu tanpa berani mengikat kedua ujung talinya,
andai saja kau tersandung,
kau perlu menyalahkanku,
tak harus menyalahkan pemberianku.


Sabtu, 09 September 2017

Vakansi ke pare bait 4

"Perkutut nyaring
ciutan melengking, 
dengan harap seseorang melepasnya dari kurungan,"

saya dan kebiasaan 'aneh'  selalu memperhatikan tiap jengkal sisi ruangan ketika mengunjungi  tempat yang baru,  serupa seorang gadis penuh teliti  memperhatikan sepatu  yang akan di belinya.

saya menulis prosa ini di teras rumah kenalanku,
Mataku terpana melihat perkutut yang dia pelihara,
Jujur saya bisa merasai betapa nelangsanya terkurung
hanya Terdiam, sesekali mengepakkan  sayap seolah-olah berlatih untuk terbang,
mungkin ia berpikir  dikalau saja suatu hari  bisa menggunakan sayapnya diangkasa,
ia bisa menggunakannya semaksimal mungkin  menyongsong pawana jingga, menggunakan bulu di sayapnya untuk memeluk gigil angin sore,

Saya  terharu pada impiannya yang mengawang,
melayang walau tubuhnya terkekang jeruji sangkar.


Hari ini saya  menghabiskan  remah-remah senja dengan  secangkir jus alpukat,walau rasanya agak masam tetapi tertutupi oleh obrolan manis yang mengasyikkan, : )

" sebab memulai hari tak harus menunggu matahari terbit
 hariku bermula ketika senja perlahan mengayun rendah,
Menenggelamkan hari  kemarin berganti niur udara esok "


Senin, 04 September 2017

septe



Jangan meliburkan hari di bulan september agar aku bisa bekerja  selama mungkin,
Di keesokan harinya tetap sibuk, tanpa kesempatan pesta minum teh,

kalung-kalung bambu tak ada,kini decitan monoton printer mengeluarkan lidah menjadi sirkus di nalarku,

Aku
terkurung
Ayolah !


Seseorang pernah berjanji
Tak tahu kapan menepati
Biarkan kumenepi

Menghalau gerimis di pipi
Setelahnya aku biarkan dia
Bermimpi

Biarkan aku tetap sibuk selama mungkin,
berupaya menutupinya dari mimpi-mimpi.


Jumat, 01 September 2017

Vakansi ke pare bait 3

Periksalah pintu dan jendela,
Apakah pagi datang terlampau dini?
Atau kelopak mataku selalu sunyi?

Satu prosa yang  belum saya beri  judul,
Saya tak tahu kenapa nalar tiba-tiba  merayu jemari untuk menari, padahal  nyanyian kantuk mulai berbisik pelan di telinga,
Suasana dini hari di kota pare  berbeda jauh dengan kota asalku,  di sini raung-raung  knalpot masih terdengar,sedang di tempat asalku pasti  semua bising sudah tertidur,
Disini gerobak gorengan masih menggoda pembeli dengan 'kriuk'  pisang di atas  wajan yang berisikan minyak goreng,
Di kota asalku penjual gorengan pasti sudah bermimpi bertemu dengan calon pembelinya ,

"Tetapi genangan air di pinggiran kedai,serupa tetesan air  hujan di tempatku,"

sebentar lagi Langit  kan berganti subuh, masjid mulai melantunkan  tadarrus membangunkan manusia beriman untuk berwurdhu,
barukali ini saya terjaga seutuhnya, tak tidur seharian,
fisik tak nampak kelelahan mungkin karena asupan protein tawa malam tadi,
Salah satu kawanku di komunitas standup comedy sukses membuat tawa"pecah"di shownya,
Saya menikmati caranya berbagi keresahan di atas panggung, act out-nya keren, diksinya 'ngena' dan closing bittnya Memaksa  penonton untuk berdiri bertepuk tangan, :  )
Di venue malam tadi saya merasa terhormat bisa diundang juga  ikut "perang tawa" dengan para orang gila yang santun.

Langit mulai berisi warna
,perlahan nampak tudung matahari memulangkan rasa kantuk, ibarat asap rokok yang terbang ke angkasa,

seperti menatap mata pagi,
Saya selalu  berharap pada temu yang tak di sengaja,
Perjumpaan sepasang mata yang tak di sangka-sangka.







Selasa, 29 Agustus 2017

Vakansi ke pare bait 2

Jalan mulai lengang,  ini artinya    goncangan pada roda tlah usai,  perutku tak harus lagi berkuat menahan isinya, saya khawatir jika tak sanggup  menahan ledakan merapi, lahar kecoklatan  pasti akan keluar dari lorong kerongkongan,
Saya tak bisa membayangkan apalagi menuliskan  jika itu benar  terjadi,
untunglah jalan mulai tentram, menghela napas kemudian menyimpan kembali kantung kresek yang saya sembunyikan di dalam sweter,
dari balik kaca, petang kelihatan menggigil, ditiap sisinya  hitam menyelimuti serupa  kelambu  raksasa yang  menutupi angkasa,
awan tak lagi berwarna kapas,kini ia menjelma seekor kerbau jantan yang siap menanduk,

"Awan terkadang memusuhi siapa saja , tak menanyakan mengapa, tiba-tiba saja rintik bergemuruh,"

Semua orang pasti menyukai waktu  ketika hujan turun, katanya menambah suasana makin romantis, iya  : )
Saya pernah sekali merasai  gerimis romansa tanpa payung,
di sebuah  taman aku bersua seseorang, tetapi  itu perjumpaan yang sangat ringkas,  sesingkat waktu senja sebentar tetapi memukau,

"Ia pamit karena berasalan  takut hujan semakin lebat ,untuk setelahnya aku membenci hujan,"

Sebelum perjumpaan itu, saya memang tak  menyukai hujan karena buatku hujan selalu mendatangkan marut kemalasan,

Saya  tak tahu harus berbuat apa jika hujan sedang turun, saya kan  memilih waktu sebelum atau setelahnya

"Langit buram
Atau pelangi 
rasa Suka
Atau Lara,"

juga perihal ingatanku tentang "kita"yang saya usahakan  pupus dan layu dimusim kemarau,
Sore ini hujan membasahi,
ingatan "kita" mengurai,
tumbuh lalu bermekaran kembali

untuk hujan dan senja  saya menikmati  ritme ditiap rintiknya.


Minggu, 27 Agustus 2017

Vakansi ke pare bait 1

" Awan berbentuk sesuai representatif perasaan orang-orang di permukaan, "
Banyak cara membuat langit nampak ceria, berimaji layaknya anak perempuan yang menggambar matahari lengkap dengan  alis mata dan garis senyuman : )

saya menggumam pada niur dahan yang menunduk di bahu jalan seakan memberi penghormatan ke tiap kendaraan yang melewatinya,
seperti biasanya  saya memangku buku dan di jemariku terjepit sebuah ballpoin serupa sumpit, saya ingin menangkap  intuisi apa lagi yang di berikan alam lewat tontonan di luar jendela mobil,
ada-ada saja yang membekas di nalarku, seperti eratnya pelukan seorang anak ke ayahnya di  atas motor metic atau kepulan karbondioksida dari mobil truk yang menghalau tatapanku ke lamunan langit.
Di sampingku duduk sosok perempuan muda yang selalu menatapku,dia mengenakan sweter berwarna merah, kebetulan itu warna favoritku,
Sesekali aku pun mencuri pandang untuk memperjelas wajahnya, dia kelihatan manis walau tak bergincu,wajahnya bersih berkulit  sawo natural, dia juga berkacamata sepertiku, entah ada perasaan  yang menarikku untuk selalu memandanginya, saya memperhatikan ibarat pengemudi yang mencuri pandang lewat kaca spion,di saat saya menunduk untuk menyelesaikan naskah cerpen yang saya tulis, dia kembali menatapku, kejadian yang terus berulang hingga mobil yang kami tumpangi berhenti sejenak, tatapan kami pun enggan beranjak.

Entahlah Mungkin cuma saya yang keGRan,
mungkin dia  cuma tertarik pada kacamata baru yang kukenakan, mungkin dia keheranan pada tulisan tanganku yang serupa cakar ayam,
Semua baru sebatas kemungkinan-kemungkinan yang tak di sengaja,

Sudahlah saya tipekal  yang tak pandai berkenalan apalagi jika mengenai perasaan suka pada lawan jenis,
untuk saat ini
entahlah
Saya masih tertarik  pada seseorang yang selalu saya lihat sosoknya pada ngarai ombak yang menghempas,
Menghempas otak kananku untuk berpikir rasional,
Menghempas bagian otak kiriku untuk bertindak membayangkan,
Membayangkan kau adalah perempuan bersweter merah yang masih memperhatikanku dalam diamnya.


Sabtu, 26 Agustus 2017

Distance space


Corak Centil  lampu hias mempercantik kursi pantai bantaeng,
malam gemelintang,
Komposisi vokal serta gitar akustik  menyihirku untuk larut dalam melodi

"Cause there some thing  in the way
you look at me It's as if my heart
knows you're the missing piece...,"

Selirik reffren lagu cristian bautista dilantunkan penghibur kafee
aku memandangi sepasang kekasih saling merangkul,
sesekali membelai
Bagai helai-helai rambut berponi

ada Lesung mata seseorang di kafe outdoor ini yang mengingatkanku pada
dua cangkir berisi sup dingin buah-buahan,
Kau pasti tlah lupa.,
Kala itu Kita berpayung pohon lebat,
Kita singgah diemperan jalan melegakan kerongkongan,  kau menanyakan mengapa ada bekas luka di lengan kiriku,
aku mengatakan mengapa kau  sangat jauh,
Semesta malah menjatuhkan ranting seakan menjadi penyelamatmu untuk tak menjawab pertanyaanku,
aku tak menyangka kau  mencapai dan mengambil  ranting  itu di atas rambutku,
Membuat matamu dekat dengan mataku,
semakin kau dekat lagi-lagi kau kelihatan sangat jauh.

(saya menulis di meja nomor 14 memperhatikan  seseorang sedang berbahagia bertukar pesan singkat lewat gadget miliknya )


Kamis, 24 Agustus 2017

Angan, angin, ingin bait 2



aku belajar menyatukan angin dari silang angan dan inginku,
Sekiranya aku berharap petang tak terlihat terang tetapi kelihatan redup mata tidur
Mengapa Angin setia memelihara kecemasanku ?

empatimu  tak lagi merasai
ragamu tak bisa merangkul  kepastian,

temaram jingga memulihkanku ibarat segenggam gula yang memaniskan secangkir teh tawar.

aku bertukar harap pada gumpalan awan yang  terlihat seperti angsa  beribu sayap

Impian sederhana terlihat sangat mewah.


Selasa, 22 Agustus 2017

Angan, angin, ingin.



aku merampungkan yakin dari tiap perjalananmu,
memaknai arti pegangan tangan  dari deretan kaca-kaca gerbong
angan atau angin ?

kala malam bermula,
Kau menitipkan sapa
hari menemui akhir
Kau menuturkan bara,
Ingin atau angin ?

Lampu gerbong  yang tak begitu terang
muka-muka kusam  sekembali dari  tempat kerja,
sepasang telinga yang kehilangan headset kesukaannya
sepasang mata yang menjadi kacamataku untuk membantuku bisa menatapmu lebih bahagia.

rindu terikat ibarat rel kereta saling menguatkan, 
Di gerbong terakhir,
aku menemukanmu kembali.

harapan yang tak sepenuhnya aku yakini,
Kecemasan yang belum pernah aku singgahi,

kau melewatkanku
berlalu seperti langkah kaki terburu-buru meninggalkan pintu gerbong yang penuh sesak oleh orang-orang patah hati,

Angin
Angan, atau
ingin ?


Undang.

Ajaklah aku berkereta sesekali
Aku kan mempuisikanmu di tiap deruhnya
Hingga kita melewatkan banyak stasiun hujan.

Ajaklah aku bepergian sesekali,
Beranjangsana di pagar pelangi,
Hingga kita bersahut bak gelatik

Ajaklah aku berkunjung sesekali
Kenalkan aku pada garis tanganmu
hingga aku Menanggahkan jam tangan,
melupakan waktu.

Ajarkan aku cara melipat kertas
Maka aku buat perahu origami
Kita berlayar melewati ngarai mimpi.

Ajarkan aku cara menikmati secangkir teh di perbukitan,
Maka kita serupa adukan yang menyatu dengan alam.

Ajarkan aku berlari di  minggu pagi,
Menemanimu mengejar matahari,
Hingga kau mengingatku pernah bernama lupa.


Kamis, 17 Agustus 2017

Petarung uang panai

Sulawesi selatan adalah tanah yang menjunjung adat istiadat (siri na pacce)
di tiap  kabupaten  mempunyai bahasa,suku serta kuliner  yang berbeda, tetapi ada satu kesamaan dari  banyaknya perbedaan,yaitu adat yang kini tlah menjelma menjadi penegak nama baik keluarga,
Budaya uang panai
*jrengg  jrengg*

Saya terlahir dari peranakan bugis-makassar  makanya saya tahu betul budaya tersebut,
kebanyakan pemuda suku bugis rela bekerja siang menembus malam demi mengumpulkan persenan  untuk  'dara' yang di idamkan,
maka tak heran pemuda suku bugis selain  pelaut yang ulung mereka juga seorang petarung ,
para petarung uang panai.

uang panai menunjukkan  bahwa pemuda  Bugis-makassar sangat menghargai keberadaan perempuan sebagai makhluk "anggun" yang sangat berharga (dihargai dalam bentuk materil)

Uang panai memiliki "selera" sesuai dengan tingkatan sang wanita, mulai dari kecantikan, kebangsawanan, pendidikan, hingga pekerjaannya.

Pengaruh faktor pendidikan misalnya, jika "dara" yang akan dilamar memiliki pendidikan sebagai sarjana strata 1, harga panai akan lebih mahal dari gadis lulusan SMA, sedang "dara" lulusan S2 akan jauh lebih mahal dari perempuan lulusan S1.
Untuk perempuan berketurunan bangsawan, nilai uang panai bisa mencapai milyaran rupiah mungkin karena menyangkut harga diri keluarga.
banyak faktor lain yang bisa  mempengaruhi nilai uang panai, misalnya "dara" sudah berhaji,bermobil,atau memiliki rumah dll.

nilai uang panai biasanya  di diskusikan oleh keluarga kedua calon besan, banyak kejadian pasangan kekasih yang tlah berpacaran bertahun-tahun pisah karena adat ini,
Uang panai kini  menjelma menjadi palang pintu yang menghambat kisah percintaan seseorang,
untuk kalian para pejuang uang panai
satu lirik dari sajak suku bugis;
"Agana ugaukengngi,
pakkadang teppadapi,
nabuwa macenning,
Mau luttu maasuwaja,
tatteppa rewemuwa
tosiputoto-e,"


Jus wortel bait 14

"angin tak  tiap hari membawa kesejukan, kadang di bawah terik matahari  ia malah menyerahkan rasa gerah,"

Pernah sekali kita berpapasan, kau berlari berjinjit di  bidak rumbut dengan  lintasan bujur jaring yang memisahkan dua sisi lapangan,sedangkan saya duduk di dalam kelas mencerna rumus matematika yang menolak masuk ke lambungku

"aku ingat kau pernah menatapku walau matamu tak pernah memandangku,"

dengan mengenakan setelan baju  olahraga berwarna merah kau  menatapku seakan memandangi yang kau tak ingin lihat,
mata kita bertemu sebatas kebetulan-kebetulan.

Kau nampak menyatu dengan orang-orang di sekililingmu, namun  hari ini kau tak seperti biasanya,
mungkin kau punya "masalah" yang membuat lesung di pipimu  mengkerut  ibarat  mutiara yang menyembunyikan cahayanya  di balik cangkang tiram.
  tak serupa petang kemarin  saat kau berlatih memasang tandu,
kau begitu riang,lepas terkekeh  tanpa beban apapun.

entahlah Mungkin saya ketagihan memperhatikanmu hingga  tahu betul warna  dari tiap lekukan ekspresi di wajahmu,

Abu-abu Sedih
Jingga Cemberut
Biru bahagia
Atau merah Marah


"Hari ini jadwalmu untuk bermain voli,
satu keberuntungan,
Karena kelasku berhadapan langsung dengan lapangan,
aku bersyukur  bisa memandangi warnamu sedikit lebih lama dari biasanya",


Sabtu, 12 Agustus 2017

Jus wortel bait 13(paragraf, a)

Parkiran belum ramai,
Hanya beberapa motor siswi yang terparkir di sisi selatan,
di sekolahku parkiran laki-laki dan perempuan terpisah,
entah apa faidahnya mungkin para guru takut ada siswa yang pacaran di parkiran,  tetapi menurutku itu aturan yang tak masuk akal,kalaupun memang parkiran di pisah cuma beralasan siswa tak di perbolehkan berinteraksi,terus mengapa kantin di satukan ?,tak di bedakan,
bukannya kantin adalah tempat favorit sepasang kekasih saling memadu cerita ?

iya benar,saya  jenis siswa pembenci kantin sekolah,
bukannya karena  tak di beri uang jajan yang cukup,
 tetapi saya  tak ingin berpapasan dengan dia juga pangeran di kantin,
Aku takut 'Awkward moment' mematikan semangatku untuk menuntut ilmu. *Senyum sarkas*

jika saya melihat mereka jalan bersama saya memilih 'bertapa' di kelas, dan sebisa mungkin menghindar dari mereka.

" reaksi jatuh cinta diam-diam mengubah penakut  menjadi seorang pengecut,"
......................................................
Jujur sih saya cemburu pada  kawan-kawan  yang tlah berpacaran,
Mereka punya tempat  meminta tolong untuk memasangkan dasi,
Punya tempat meminta  bantuan  untuk mengerjakan LKS,
Atau hanya sekedar minta dibantu  untuk barengan ke kantin sekolah.
........................................................
duduk di sadel motor sambil 'memencet' jerawat adalah ritual yang menemaniku memperhatikan suasana parkiran sekolah,
Memperhatikan si-dia datang,
Memperhatikan seberapa cepat dia melangkah,
Memperhatikan dia menenteng buku LKS,
Memperhatikan dia bercermin di spion motornya
Memperhatikan dia merapikan dasinya,
Memperhatikan dia menunggu seseorang,

"Memperhatikan dia yang tak pernah memperhatikanku,"


Jumat, 11 Agustus 2017

Aku adalah ombak yang memeluk pantaiku dengan erat




Di hening paling sore
Aku menyapa dari air
yang terkena sinar matahari,
Menerkah seberapa sering buih bersembunyi,

Nampaklah Kepiting Koral bergerak menyamping,
Capitnya terbuka-tertutup menakut-nakuti riak
Agar tak menghempas.


Nyata,
Di laguna paling jauh aku adalah ombak yang memeluk pantaiku dengan erat.


Rabu, 09 Agustus 2017

Dealova dengma dan ombak bait 7



Dengma dan ombak saling menguatkan, dengma bertatap setelah senja terlewat, mereka tak pernah bersua sesuai rencana,
kalau bukan ombak yang menolak maka dengma yang  datang terlambat.

dengma keseringan merajuk pada langit, mengapa penguasa harus menciptakan karang pemecah ombak ?

Pedang di Jam tangan dengma tepat menusuk angka 17.27, nalar memberi isyarat tiba saatnya  mengunjungi ombak menepati rencana,

Untuk senja yang kesekian kalinya Dengma  bersemangat,Bagai anak SD yang  tergesah-gesah menarik tas punggungnya ketika mendengar bel pelajaran selesai.

Setelah langkah kirinya yang pertama,dengma menahan kaki kanannya untuk beranjak,ia tunduk termenung seraya  berucap ;

" aku tak menahanmu untuk pergi, hanya saja anganku belum siap menerima kepergian  juga akibat dari hempasan-hempasannya,"


Selasa, 01 Agustus 2017

Juli azalea



Langit pagi berima
Kelopak azalea yang haus tlah dipercik petugas taman

Juli tenggelam tanpa pamitan
Juli tak melambai  meminta pertolongan.

dan, tiap-tiap aku merindui  pertemuan.
Aku tenggelam,

Tolong !

ajarkan aku cara berenang aku harus bisa mengapung juga menyelam di tatapanmu.


Minggu, 30 Juli 2017

Jeluk ramai bait 4



Saya menemukan ketenangan di  gemerlap yang diam,menyembunyikan kesedihan di nyala nan redup ,
 ikut menghardik takdir mengapa  berujung kegagalan,
Mungkin sinonim dari namaku adalah kata gagal (n).

logika berteriak tetapi tak bersuara,saya menemukan nada yang cocok untuk mencairkan endorphin yang membeku,
Yaitu suara pena yang menulis.

rasanya tlah lama saya tak melanjutkan tulisan  jeluk ramai, maaf karena akhir-akhir ini saya bernalar ke puisi-puisi patah hati,
merasai kembali bagaimana sensasi  kehilangan sosok cinta  sejati.

Sudahlah ,

di tengah keramaian, 
tertawa bersama kawan,
bersulang di kafe yang berpetromaks modern,

"Itu memang diriku tetapi itu bukan aku,"

Awalnya nampak baik-baik saja, turut menikmati waktu dengan mereka yang saya sebut sebagai kenalan,
setelah beberapa menit saya mengeluh merindukan kamar,
saya menyesal  berada di tengah kafe yang berlumur musik jazz,
Saya ingin kembali berbaring diatas 'hammock'yang berayun, Sahut nalar membentak white coffee yang saya pesan.

(tunggu, sejak kapan aku menyukai kopi!,mengapa aku  memesan kopi? Yang benar saja )
............................................................
Kebanyakan orang yang mengenalku mengatakan tak ada manusia secerewet diriku,saya si  'over' aktif dan suka berlaku humoris, begitu katanya.
Saya juga sosok yang nyeleneh tetapi menyenangkan,
sambungnya.

"Kau tak tahu di balik hijaunya pesawahan,ada orangan sawah kikuk Yang kesepian,"
.........................................................

Hendak menyalakan sebatang rokok yang akhir-akhir ini menjadi penghias di bibirku,
Saya juga tak tahu mengapa, padahal beberap bulan yang lalu saya membenci zat nikotin terkutuk itu,

"semua orang butuh pelampiasan,
semua orang butuh pelarian, semua orang butuh ketenangan,"

Sahabatku  mengatakan saya manusia yang gemar berpura-pura, saya tak menyangkalmu kawan,
ibarat  topeng pantomin yang bersembunyi dibalik riasan putih, berbicara menggunakan gerak,
Karena ia takut bersuara.
iya
sekali lagi  saya tak menyangkalnya
sahutku,
sembari meremas rokok yang tak jadi saya nyalakan,

"cara keluar dari situasi sulit bukan dengan merusak diri tetapi   dengan tersenyum meski itu senyum-senyum palsu,".


Sabtu, 29 Juli 2017

"Rose"



'rose' menggenggam setangkai mawar pemberian kekasihnya di buritan kapal, Kendati angin menyisir rambutnya serupa belaian lembut sang ibu pada anak tertuanya.
Ia mulai belajar menyatu dengan serpihan, belajar membiarkan duri menusuk jari manisnya  yang tak  bercincin.

'Rose' pasrah akan trisula  yang siap menusuk jantungnya
Menikam hatinya

Air mulai menepi di buritan,
'Rose' tak lagi bersembunyi dibalik senyum basa-basi,
Ia membiarkan kaca-kaca berair
Ia Tak menghiraukan  air matanya yang kini tlah membanjiri seisi kapal.



"aku bangga karam bersama pemberiannya ," 
Sahut, rose.


Selasa, 25 Juli 2017

Bukan aku bait 2



"Pada puisi-puisiku kueja huruf-huruf pada dirimu,
entah mengapa selalu saja sama terbaca
yang tak mungkin bersama,"

terdengar bagai kepakan yang membangunkan nalar di kepalaku,
Aku yang naif memberikan  ruang gelap untukmu,
padahal semestinya aku mendengar orang-orang di sekelilingku bahwa  aku tak lagi  membuang-buang waktu,
hanya saja aku takut  kita  menjelma keterlanjuran,
iya,
terlanjur saling menyapa,
terlanjur saling mengagumi, dan terlanjur saling memahami.

Kau riang makanya kau butuh sosok pendiam,
Kau hebat tik, dia harus memeluk semua ketakutanmu,

Kau perlu orang bijak untuk melengkapi semangatmu.

Bukan aku.
Sekali lagi,
Bukan aku
tik.

(saya menulis setelah melepas senja sembari menggesek biola memainkan melodik lagu 'dia' milik anji,
saya memaknai  dengan gerakan jungkir balik di udara  )


Senin, 24 Juli 2017

Bukan aku.



Aku mempuisikanmu tetapi bukan hari ini,

Aku menunggumu tetapi bukan sabtu ini,

Aku menjanjikanmu 
tetapi bukan lusa depan.

Aku menjauhi duri, tetapi kau malah  mendekatkan mawar,

Aku jatuh tetapi bukan di renungmu,

karena Kau menepi bukan di bahuku


Rumput dan daun bait 3

di perepatan lampu jalan,
Rumput dan daun berpapasan.

Rumput: "hei kawan, apa yang membuatmu sejauh ini dari pohon itu,?"
( menunjuk pohon mangga di seberang jalan)        
Daun : hmm aku terbawa angin, sedang kau sendiri apa yang membuatmu jauh,?" (menunjuk menggunakan mulut ke arah  taman)
Rumput : (mengedipkan mata )
   "Aku diinjak seseorang lalu menempel di bawah alas kakinya,"
Daun:  (tertawa terbahak-bahak)
"Sungguh aku kasihan kawan,"
Rumput:"aku lebih kasihan pada angin  yang selalu disalahkan.
(dengan tersenyum ia kembali melangkah bersama alas kaki seseorang)


              


Senin, 17 Juli 2017

Terapi romansa



Selamat datang di duniaku
Alam senjaNya berwarna paradoks
Dimana awan nostalgia tak bermigrasi selama bertahun-tahun.

Kala kau berkunjung,
Aku cukup membentangkan karpet merah sebagai bentuk penyambutan,

Juga tlah ku siapkan lilin putih di tengah meja makan,
Aku tak sudih menyalakan,
Aku beri kau penghargaan untuk menghunus api ke lilin itu,

terapi
romansa
terjebak masa lalu,
bersama.


(saya tulis dimusim pancaroba,  headphone membius 3 hari untuk selamanya, banyak tawa disekitar sini,  saya memesan milk tea juga sebuah kotak tisyu, serasa ada yang hilang diantara senja kali ini,seperti biasa saya berpuisi, menyapa)


Sabtu, 15 Juli 2017

Aku namakan sunrise itu namamu



Kelak suatu hari
Aku menjelma pagi
Kau menggenggam secangkir kopi,  kita menanti sunrise
di rinjani.

dalam tenda berkain merah
juga Berdinding unggun 
nampak Wajah baru bangunmu,
Sayup, anggun
Cantik tak dibuat-buat.

Di belakang  ilalang
aku tlah menyiapkan tungku
Menanti Jemari(mu)
Untuk menanak nasi.

di sebelahmu
Aku memegang payung
Melindungi(mu)
Dari nyala-nyala kayu bakar.


Kamis, 13 Juli 2017

Nerd*



jika kau berkunjung ke ruangku biasa membaca,
jangan harap kau menemukan rak buku berisi sinopsis exact kuantum,

kau bakal mendapati banyak   salinan monolog berjudul aneh dan sulit dimengerti ;perasaan.

Saya pastikan kau tak akan betah membaca(nya).


Rabu, 12 Juli 2017

Deasua bait 3

Aku dan langit saling bertukar
Aku bersandar,
dia menatap
Aku mengejek
Dia tak bernama; kamu.

langit menggambarkan aku jatuh pada pertemuan yang salah,
rembulan seakan  sengaja menampakkan lengkungnya sebagai penerang perbincangan.
Saya heran mengapa saya tak semalu biasanya, mengapa saya berani mengajukan diri , mengapa  banyak pertanyaan di tiap tulisanku?
Saya berharap pena  memberikan jawaban dari tiap tanda tanya diatas kertas,

jawaban yang nyata dari semestinya.

saya Pastikan,di jendela kamarmu tak menyuguhkan  pemandang seindah di atas atap kamarku,
disini rembulan nampak sangat utuh,  saya tak ingat jelas kapan terakhir kali melihat mata bulan seindah itu,mungkin dulu(sekali)
sudah lama,
sekitar sembilan tahun yang lalu.

Saya menitipkan pesan agar kau melihat keluar jendela,
Saya kepingin menyamakan persepsi lewat metafora di angkasa, apakah kau juga merasakan  yang seperti saya idamkan sejak lama, ataukah kau hanya menganggapku gantungan baju di belakang pintu  sebagai tempatmu menggantung jaket dan menaruh ransel ?
mengapa selalu ada tanda tanya di akhir paragraf yang saya tulis ?


Senin, 10 Juli 2017

A Will mis(ing) you.



Untukmu,
yang tak tahu jalan pulang,
beri aku kesempatan untuk menuntunmu ke rumah sebenarnya

untukmu,
Pemilik kaki yang berlari
aku mengejarmu dengan puisi

untukmu,
yang tak sanggup berdiam diri,
aku belajar merebutmu kembali

untukmu,
yang kadang lupa untuk pergi,
aku bersiasat memilikimu

Untukmu,
pemilik luka berbeda
Aku menggenggam
hingga kau iri pada kita.

Untukmu,
selalu.


Sabtu, 08 Juli 2017

Deasua bait 2

"Asam di darat, garam di laut
Bertemu dalam belangga,"
Pribahasa Mengenai buah asam yang berarti laki-laki dan perempuan kalau jodoh akan bertemu (juga) pada akhirnya.

Tuhan selalu memberikan misteri lewat pertemuan-pertemuan yang baik, seperti hari ini aku tak mengira akan menjemputmu,aku tak tahu apakah ini tindakan benar atau satu kebodohan, di sepanjang jalan  mataku menatap spion motor yang sengaja kuarahkan ke wajahmu,
Kedipan mata terkena silau matahari adalah pemandangan paling indah di belakang punggungku, terima kasih teruntuk kamu si penemu kaca spion, berkatmu aku dapat memandanginya sepanjang jalan, gumamku terhanyut senyuman,

  tiba-tiba saja bibirku tak hentinya  bersenandung mengulang syair sheila

" oh tuhan
Untuk kali ini saja
Berikan aku kesempatan untuk menatap matanya,"

Kau menanyakan aku kan membawamu kemana, aku ingin menjawab aku kan membawamu pergi untuk merasakan zat  antioksidan dari  teh hangat di bawah pohon kelapa untuk menetralkan zat candu pertemuan,
menyaksikan bagaimana rindu-rindu menerbangkan layangan  ,menyaksikan dua pasang mata saling menatap,
hanya kita.
Aku kan menghabiskan minggu hanya berdua denganmu
..............................................................

Tak ada kata tetapi,
Cukup aku yang hilang,
mengapa  raut  wajahmu  masam ? serupa rasa buah asam yang kau cari di pasar,
Kau membenciku?  atau kau  sadar kita hanya masa lalu yang tak pantas menerima belas kasihan ?
Aku kan mengungkap rasa hari ini,
Gumamku sembari masih menatapmu dari spion,
Apakah salah mengharapkan apel yang telah di genggam orang lain ?


Senin, 03 Juli 2017

Epilog

dengma akan menjadi orang lain,  serupa karakter yang kau benci,
Dengma akan berupaya,
Ia takut ombak benar-benar sayang padanya.
Cukup dengma saja yang jatuh cinta.

" anggap saja aku hembusan yang menggelitik telinga,"
Imbuhnya.


Deasua bait 1

Kali ini aku kan menceritakan
Waktu yang aku suka selain datangnya senja,
Pembatas waktu (setelah) kita lama tak bersua,
Aku kan mendikte nama benda yang pertama kali terlintas,
 ada Lentera berwarna orange ,terus piring berisi cumi-cumi goreng,ketiga nampak empat sosok wanita dalam satu meja yang melingkar,
serta gasebo berkonsep pedesaan,
banyak sandal berjejer, dan yang paling aku ingat ada sebuah buku.

wajahmu natural seperti dulu,
aku juga baru tahu kok,
ada hal yang luput dari tiap puisiku, 
nyatanya Kau mempunyai gigi taring yang lucu.
*toss*

Oke,aku ibarat jelangkung  datang tak di jemput, roh penasaran yang membuatmu ketakutan,
pakaianku compang kusam serupa sosok kepedean yang bermodalkan tampang berminyak,
Sembari menenteng tas biola aku menghampiri setelah lama menahan rasa dicandu,
rindu.

Kita berjabat tangan,
Jantungku histeris, semacam remaja alay di konser grup boyband.

inikah rasa menyentuhmu di dunia nyata ?
Begini sensasi menyentuhmu dengan sengaja ?
Ini rasa yang lama aku impikan?

Berikut setlist pertanyaan  yang tak sempat aku nyatakan,

Kapan kamu tiba ?
Kok kamu makin gemuk yah ?
Mamamu sehat?
Udah kemana aja?
Ke sini dengan siapa?
Eh makanannya enak? 
Tadi pesen apa aja?  
Puasanya full ?
Migrainnya udah sembuh? 
Kapan balik? 
Aku antar kamu pulang ?
Besok jalan yah ?
Kamu tahu rasanya memendam rasa,dan menolak berpindah tempat ?


Sabtu, 01 Juli 2017

.

"Salinan ejaan dari intuisi kejut, aku menemukan Banyak ketenangan"
Itu arti dari puisi buatku.

"Aku tak pernah menyebut diri sebagai penulis,
aku hanya manusia yang merasa hidup setelah bekerja, merasa bahagia ketika kamu selesai  membacanya"
Itulah arti tulisan untukku.


Jumat, 23 Juni 2017

Mata yang sakit.

Serupa angin di depan jendela
Tabah mengetuk perlahan-lahan,
Berharap sekuat hati tuk dapat kau pikirkan.

yang menangis, terlihat seperti Sepasang kaca berangka
Langit tak sanggup menormalkan penglihatanku.

di malam itu,
aku mata yang sakit.


Rabu, 21 Juni 2017

Ikat rambut

Berwajah oval Kanvas
Berikat rambut dasi kupu-kupu
senyum Lentik bergincu jingga

Di barisan pot-pot hias
Saya temukan ikat rambutmu
Wanginya tercium serupa Harum pucuk bunga.

Sebahu rambut dan mata minimalis
alis ikut melengkung
tak kala jantungku degup, bak doremi bernyanyi

Sesaat lampu taman menyala
Ranting berhenti berguguran
Tanah kering kini tumbuh reremputan.

Ku temukan ikat rambutmu
Dijaring kail nelayan
Wangi harum menutupi bau amis
Ikan layang.

Ketika saja pasir bersenggolan
Langit tadinya bergenting senja
Harus terpapah ,tumbang tertimpa getir awan petir.

Ombak datang menenteng tongkat berikat perca putih
Saya Bertelanjang kaki,
tetap mencari bau rambutmu yang jatuh di barisan jejak-jejak perahu.


Selasa, 13 Juni 2017

Berpuisi



Aku tak tahu memulai dari mana,
setelah kepergianmu aku harus  memposisikan diri layaknya  hujan di bulan juni milik sapardi,
aku kehilangan payung yang melindungiku dari rintik kesedihan,
kau memang perempuan baik,
kau ingin menebus luka dengan konsep mengembalikan rasa.
iya, aku tak sanggup memperjuangkanmu,
Dan kau  memilih untuk belajar setia,  aku pun sedang belajar untuk tetap memendam  perasaanku  layaknya sebuah fosil usang ,aku tak akan menggalinya,
biar rintik menginjaknya jauh  hingga ke dasar bumi paling dalam.

Akhir-akhir ini imajiku kalang kabut, tulisanku keruh tak mengalir,layaknya ada kerikil kecil yang menghambat di pikiranku,
mungkin ini karma
Di takdirkan tuhan berbentuk pena yang kehabisan tinta ?

Aku salah mempuisikan  perempuan juga salah memuja yang bukan milikku, 
terkadang aku  berpikir untuk menjauh seperti yang kau  lakukan,
tetapi luka tak hentinya mengelus dadaku 
Dan satu cara untuk mengenang adalah berpuisi tentangmu.

sudahlah,
Aku tak (ingin) menulis lagi dalam waktu dekat,
Ku matikan leptop lalu berbaring di depan rak,
buku kahlil gibran berjudul "kesunyian" tergeletak menatapku  seakan menantang untuk dibaca  kembali, padahal aku tlah khatam dua kali, lagian  masih banyak buku baru yang belum sempat  aku baca,
tesis dan jurnal perkuliahaanku
Pun masih tersegel tak tersentuh.

"Kau mematahkan sayap-sayapku yang tlah lama patah,
Setidaknya aku masih punya dua kaki untuk belajar berjalan."


Selasa, 06 Juni 2017

Jus wortel bait 12



Bagiku Rintik  serupa suara bel sekolah, sebagai pertanda aku harus ke depan kelasmu,
Benar,
Aku melihatmu menantinya di selasar sekolah,
Tingkahmu seakan mengajarkan sosokmu adalah simbol dari rasa tabah,
iya,
cinta memang butuh ketabahan,seperti kau yang selalu sabar menanti sang pangeran.
Nampak kau berbincang dengan sebuah buku
aku ingin memastikan kenapa bibirmu bergerak dengan cepat,
hei buku apa yang kau baca?

Aku ingin menghampiri,
Seperti gelas teh kemasan yang datang ke  genggamanku,Aku ingin duduk di sampingmu
tuk menghilangkan rasa haus belaian.
Andai aku bisa berdebat denganmu,aku kan menanyakan mengapa kau selalu menangis di pojokan sana,aku pernah mendapatimu terseduh  di depan perpustakaan lama, mata indahmu pucat serupa bunga layu,andai aku tak terlahir sebagai pemalu pasti telah ku sirami bunga di mata itu  dengan sebuah kecupan dikeningmu,
sembari berucap semuanya kan baik-baik saja tik,
kau tak kesepian,
Aku setia memperhatikanmu hingga sang pangeran menjemputmu dengan kereta kencana.

Tak ada kita,
Cuma aku dan pohon yang  menghalangi pandanganku


Rabu, 31 Mei 2017

Bukit mota



Selamat tik,
kau dan dia tlah sampai di puncak bukit,
saya tak heran kalian mampu melalui banyak hambatan
Pada akhirnya tetap menyatu,
Kau dan dia wajar membuka tenda kemudian menikmati keberhasilan dengan pesta minum teh romantis di cekung rembulan.

kalian selaras seperti warna-warni lampu kota,
kalian punya kesamaan yang sama,
Mendaki,
berenang dan
menyakiti hati seseorang.

Di suatu tempat di lereng bukit aku memperhatikan dari reremputan terdekat,
Aku  hina jika masih mengganggu ketenanganmu, kau tlah menemukan langit yang kau cari,
Dan sedihnya bukan langit sepertiku,
tetapi ingatkan aku bahwa kita selalu menjadi aku dan kau
Meski sebatas pronomina jamak,
Antara aku dan ingatan tentangmu,
Berbahagialah selalu.


Senin, 29 Mei 2017

Dealova dengma dan ombak bait 6



Malam lebih basah dari biasanya
kasihan, embun tertahan di pekarangan,
gerimis terdengar seperti  gesekan senar G pada biola,
malam semakin suntuk,
Dengma dan diktum notifikasi,

Ia berharap pesan dari akun si wanita ombak,nyatanya hanya detak jam dinding bersuara tiktok terdengar menggigil,

Hujan semakin riuh,
"Pasti katak berkenduri merayakan hujan,"
sahut dengma melihat ke jendela  yang tertutup.
Suasana damai berubah menjadi rasa kantuk,
dengma bersila di depan rak, ia merapikan buku yang berdebu, dengma kadang membersihkan biliknya ketika malam hari,
ia  ingin mematikan penyejuk ruangan agar debu tak beterbangan, tetapi ia menyukai suara gorden yang terkena hembusan kipas angin,

"aku berada di situasi sulit mengharuskanku menentukan pilihan antara  kemungkinan yang sama menyenangkan juga membingungkan,"
dengma berucap sembari tertawa kecil.

(ia mematikan lampu,membuka jendela kawanan katak terlihat gembira di luar sana)


Sabtu, 27 Mei 2017

Dealova dengma dan ombak bait 5



Pantai meninggalkan sepasang jejak kaki, gulungan ombak silih berganti seakan menyuruhku untuk segera pergi, dengan rasa tak bersalah,
Ombak sadar tlah menghapus jejak seseorang.


sekarang rindu serupa mesin ketik tetapi giat mengukir nama yang salah,
mengetik Nama wanita yang akhirnya menjadi milik orang lain,
Memunculkan nama di notifikasi mimpiku,
Aku tanpamu tik,
Laksana  menerbangkan layangan di langit tak berangin,
Kau membuatku  sia-sia tak berguna.


Selasa, 23 Mei 2017

Mengheningkan senja



Ngarai selepas senja
Tebing dua warna,
Kuning dan rona jingga
rindu menjembatani keduanya.

Langit setelah senja
Bagai perempuan di ayunan,
Tiba-tiba murung berpangku tangan,
merindui pelukan ibu rembulan.

Awan mengheningkan senja
Derai kehangatan diatas atap,
Memberitahu memeluk sunyi
Mengajarkan cara tak terdeteksi

Senja di pohon, bernyanyi
Menari bersanda
Suaranya dipuji burung perkutut
Rasa iri mendesah di paruhnya.

Langit di akhir hari,
berpuisi,
mengukur mimpi dengan sejengkal jari,
Dilamun panorama ombak,

Mengheningkan senja.


Senin, 22 Mei 2017

Jus wortel bait 11



"Langit  berwarna biru
Walau malam memberikannya dasar gelap,langit masih terlihat biru di cahaya rembulan yang redup,"

Aku mengingat suaramu,
Aku tak akan lupa nyengir tawa kecilmu disaat aku menceritakan cara  agar bisa menarik  perhatianmu.

aku ibarat gajah yang tak pernah lupa, cuma prasangka berpura-pura tak mengingat.

Aku  hafal  warna baju yang kau kenakan ketika kita jalan untuk pertama kalinya,
waktu itu, kita sepadan mengenakan baju berwarna putih, kau memakai kerudung hitam bergaris hijau lumut,
Aku yang menjemputmu tik,
kejadian yang bisa saja aku lupakan, tetapi waktu punya cara ajaib untuk selalu mengingatkan.

waktu, dimana kita berjalan di antara pesawahan, kau melihat rumah berbentuk unik,
"eh itu rumah holcin," aku menjawab pertanyaanmu yang menanyakan  bentuk rumah itu dengan rasa penasaran.

di spion motor lenganmu masih setia di belakangku,
dengan sengaja aku mengarahkan kaca cembung  ke arah wajahmu,
kau nampak cantik tik, wajahmu basah bermandikan sinar senja,
kulitmu tak terlalu putih tetapi  selalu terlihat bersih,
Roman-romannya kita adalah pasangan yang sangat serasi.


Rabu, 17 Mei 2017

dealova Dengma dan ombak bait 4



"Kubangan  tak bernama danau,
Meski berisi genangan,"

petang kemarin, dengma melangkaui setapak, melaju di  gorong-gorong  pembatas kota,
ia bersepeda bukan ingin Menitihkan keringat,
tetapi ia menuntut  filosofi mengayuh dari sepasang kaki.

"Aku merindui ibarat fixie,
susah di remnya,"
Gombalan untuk ombak.

Dengma beropini buat apa ia mengharapkan sesuatu yang tlah bahagia,
mengapa ia mengingat sesosok perempuan yang  memilih tersenyum diatas rasa sakitnya, dengma tak ada hak untuk kembali melompat,
dengma tak pantas memiliki,
di bandingkan dengan dia,
Dengma ibarat rumput kering yang tak tahu apakah akan hilang di tenggelamkan kemarau,
atau mati terinjak di kubangan hujan.

Dengma hanya ingin tahu keadaan ombak, ia berharap ombak tak melampaui  bibir pantai.


Sebenarnya dengma tak menyukai instrumen menghentak,
kata orang mendengarkan lagu keras bagus untuk mengembalikan "mood" yang hilang,
sebagai penyeimbang ia menyelipkan nyanyian melan di list musik yang ia dengarkan.

"Danau ini belum bernama," katanya,
"aku berangan mengajakmu ke sini membuka tenda
Meneropong senja,
Danau telah menyediakan dua cangkir teh hangat untuk kita,"

"hanya kita berdua,
kau dan aku,"
dengma memang suka mengkhayal.


Minggu, 14 Mei 2017

0,08 detik



Berlari-lari  kecil mengumpulkan pijakan tuk bisa melompat sekuat kaki kelinci,
Kau melayang 0,08 detik diangkasa
Lenganmu bersila di udara
Kaki mengayun melawan arah, berandai aku menjelma langit yang memeluk erat tubuhmu
dan akhirnya kau kembali,
Pulang jatuh ke bumi.

Kau membebaskanku
berselancar selama 0,08 detik di awan imaji,
kau membiarkanku menunggangi ombak sebelum senja merebutmu,

Di bibir masa lalu 
Aku melihatmu 0,08 detik
dengan mata bersuara,
menyebut namamu
Sebagai pijakan awal tuk memanggilmu kembali


kau selaku 0,08 detik penyangga bahagiaku,
Walau kita sama-sama tahu,
kau menganggapku distorsi waktu paling berbahaya.


Selasa, 09 Mei 2017

Rumput dan daun bait 3

Serupa bunga,akan layu jika
lupa untuk menyirami
atau matahari yang tak mau lagi menyinari

Bak mencari kembaran mata anggunmu  di antara tatanan kelopak bunga warna-warni
berikan aku waktu senantiasa untuk mencari bunga sepertimu.

Dahan tak akan meminta bunga untuk bermekaran,
hanya perkara waktu daun dan bunga di pertemukan
tetapi akan ada tatapan saling menyalahkan.

jika kelak bunga dan daun gugur jauh ke rumput ?

"Dahan Tak akan mengucapkan selamat tinggal
Mungkin selamat jalan lebih tepat untuk di ucapkan
Ini hanya soal berpindahan
bukan belajar melupakan "

Sahut rumput membuka pelukannya.


Senin, 08 Mei 2017

Dealova dengma dan ombak bait 3



mengharapkan kau memberiku maaf karena mengenangmu,
Juga maafkan aku selalu memikirkanmu,
tetapi itu keinsafan yang membuatku merasa nyaman,
senyaman menatap matahari tanpa gerah, seperti siang ini  aku melihat matahari sembari mengingat matamu,malah mentari berbentuk senyuman bayi nan imut persis seperti  di kartun 'teletubbies' yang nampak,
Aku goyah tik.

Kemarin diperjalanan, aku berbincang dengan sesosok yang kau kenal juga mengenal kalian dengan baik,
Katanya kalian telah melewati banyak penghalang untuk dapat menyatu, bagai sampan yang melawan angin laut,ia kan tetap berlayar selama ombak masih ada,
ia adalah sosok yang menyayangimu seutuhnya,
dia berani melakukan apa saja demi bisa berlayar denganmu  selamanya,
Aku tahu kamu bahagia dengannya,rasa aman tersedia di bahunya, kau  sandarkan kepalamu maka kau kan merasa dilindungi,
Terlindungi dari perasaanku yang (masih) mengharapkanmu.


"Setidaknya aku tahu, kau sehat-sehat saja, rianglah yakinkan ingatanku."


Rabu, 03 Mei 2017

Batasan




Kau bukan remaja lagi,
Perempuan dewasa pasti  mengutamakan rasa nyaman,
Tak  mementingkan bukti mengapa ia harus jatuh cinta
Di syair kahlil gibran, ia menulis ;
"cinta yang tak memperbarui dirinya setiap hari  akan menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi perbudakan." 

Mungkin kau selalu ada untuknya
Kau bisa memeluknya kapan saja,
Kau selalu tahu kapan waktu untuk membuatnya tertawa,
Kau adalah lilin ucapan saat ia berulang tahun,
Kau selalu ada tiap ia membutuhkan kecupan,
Tetapi kau tak mampu memberikannya rasa nyaman,
maka
tinggalkan.

Kau menyuruhku melupakannya
Sama hal dengan kau memintaku  menyayangimu sepenuhnya,
Sulit buatku untuk berpura-pura

Kau tak bisa memaksa langit untuk membenci ombak meski mereka tak  akan pernah bisa menyatu ,
Tetapi mereka yang membuat samudera berwarna biru.


Sabtu, 29 April 2017

Vakansi bait 2





Bisa-bisanya Aku menatapmu lebih lama dari biasanya, 
Melihat pipimu (kini) setengah bulat memperhatikan
Jam tangan yang kau sematkan di lengan sebelah kanan,membuat tangan kirimu lengang tanpa aksesoris, aku juga menyukai menggunakan arloji di sebelah kanan kok, menandakan kita adalah kaum kidal yang menghargai waktu.
Di suasana liburan seperti ini aku biasanya berjalan ke arah selatan.

"rasa kehilangan
hanya akan ada
jika kau pernah merasa memilikinya
pernahkah kau mengira
kalau dia kan sirna walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa"

aku Terbawa suasana lagu letto yang terdengar lewat earphone, mengiringi hati tuk menikmati ketabahan.
bisa-bisanya aku tak menghiraukan pemandang sawah di semilir jalan juga  kemudi mobil yang ku genggam,
Aku menolak lambaian pepohonan yang seakan mengajak  mataku tuk melihat dedaunan yang sedang menggesek biola menghiburku.
Aku memilih menatapmu dari layar ponsel, disaat jalanan sedang macet.
tenanglah aku tak akan menghubungimu
Satu fakta dari kepasrahanku mencintaimu diam-diam.






(Saya tulis di rest area ketika perjalanan ke tebing appalarang kota panrita, tempat yang kau ingin kunjungi ,
langit bermain layang-layang )


Rabu, 26 April 2017

Tauliyah bait 4



aku tlah berjanji  tuk tetap menjaga salah satu pemberianmu, entah mengapa ketika melihat benda itu aku selalu merasa nyaman,teduh ibarat bersandar di sebuah pohon beringin,
tersenyum sendiri melihatnya ,jujur aku pernah berniat tuk memindahkanya ke  lautan,memasukkannya dalam sebuah botol kaca  melemparnya sekuat tenaga, aku berharap kau yang menerimanya di seberang pulau ketika berjalan di tepi pantai menggandeng sosok lelaki pilihanmu, 
Di rumah senja petang kemarin, aku ingin melepas semua ingatanku, memberikannya pada laut yang menghempas
Setibanya di bibir lautan, aku duduk kaku memandangi langit sebelum senja, tiba-tiba angin pasang menggelitik telingaku, seakan ada pesan yang ingat ia sampaikan, aku terdiam menatap layar perahu nelayan yang sedang bersandar. Aku mengingat semua rasa sakitku, kali ini aku sangat yakin tuk melepasmu, tak ingin mengingatmu lagi,
tetapi apakah aku seyakin itu
Apakah aku mampu,
aku hanya egois pada diriku,
aku tak bisa memilikimu makanya aku ingin melepasmu,itu adalah pikiran ternormalku saat ini.
Ahh bukan diriku kalau seperti ini,gumamku dalam hati, baiklah aku masih memikirkannya aku masih sayang padanya.sudahlah aku kan menyimpan gantungan kunci itu sampai waktu merebutnya dariku.
Akupun pergi sebelum sempat menyaksikan lembayung senja,
  aku kembali mengayuh sepeda,
Gantungan kunci itu masih menggelantung di tas punggungku setidaknya di pikiranku kau yang  memelukku,bukan gantungan kunci pemberianmu.


Dan.



aku tak tahu kabarmu sekarang,
Meskipun kau tak pernah mengenalku dan tak ingin tahu apa-apa tentang keberadaanku ,AKu kan selalu menanyakan kabarmu pada langit, apa kau baik-baik saja?
Meski ada-ada saja awan yang menghalau langit dari pandanganku,
Langit terlalu baik padaku, dia selalu tahu apa yang ku butuhkan, seperti malam ini setelah bergelut dengan tumpukan referensi  aku selalu meminta langit tuk merevisinya, bagiku langit adalah dosen pembimbing terbaik ia selalu memyuapi saran yang baik, katanya tesisku buruk karena tak ada bab yang menjelaskan kerangka konsep patah hati,
Hmm menurutku kali ini langit yang salah, tetapi aku tak ingin berdebat, setelah beberapa menit kami saling bertukar canda, aku berkeluh dan mengutarakan kesimpulan pada langit bahwa aku ingin melupakan rasa sakit akan mencintai diam-diam,kali ini aku kan menggunakan otak kubus akademik,
aku tak ingin Memikirkan cinta dan sebagainya. Tetapi langit selalu menghidangkan secangkir teh hangat di teras rumah, dia memberikanku jawaban yang semestinya aku tlah ketahui.
Langit berucap Aku tak bisa melupakannya
aku tak sanggup jatuh hati pada pelangi,aku hanya mengharapkan aurora yang tak pernah mengharapkanku.
Langit selalu punya sudut pandang berbeda ia selalu melihat dari sisi terjauh,
sangat Jauh hingga tak ada satu manusiapun yang tahu.
"ahh ada apa denganku".
Satu Bentakan pada langit.
"Tolong ! beri aku jawaban seperti biasanya?".
Dalam keheningan setelah memperbaiki cara duduknya langit berucap
"Kau selalu mengingatnya
Kau ingin melupakannya,
Kaupun pantas bahagia
Kau ingin bersamanya."


Sabtu, 22 April 2017

Tauliyah bait 3



Di seperempat malam
rembulan tidur menyamping
Awan menerangi dirinya
Penaku meredup menyala

Di seperempat waktu
Perempuan rambut sebahu
Beraroma kuah rinjani
Mata selembut daun cengkeh
Kau mengelus dadaku

Di seperempat pagi
Awan bergeser ke seberang
Di satu kamar,kau masih lelap
Menyembunyikan detak jantungku,
Di tempat biasa memeluk guling

Di seperempat ingatan
Getar resonan matamu
bertingkah lugu minimalis
Bergerak melintang
Sekali lagi,
kau mengoyak napasku

Wish I could be there with you,
I' feeling lost.







Kamis, 20 April 2017

Jus wortel bait 10



"Menghilang seperti dulu
tetapi dengan rasa berbeda"

meskipun kita tak (mungkin) memiliki kesamaan 
Tetapi  kita sepekat dengan kicauanmu,
aku (selamanya) mengharapkan sapamu di awal April terulang ,
Ketika kau tiba-tiba datang di iringi petikan akustik 'float'

"Akan ku karang cerita"

harapanku pada bintang jatuh yang terkabulkan,
ahh aku terharu tik.
"Hentakan apa ini, apakah ia benar-benar datang"
sahut jemariku gemetaran .

iye,kau tak hanya datang,malah kamu membawa bingkisan berisi hati yang utuh ,Padahal aku tlah belajar tentang konsep
"bahagia meski tak harus bersama"

Tak terduga
kau menyapa lebih dulu,kau membuatku sulam terpukau,
jikalau hanya kasihan tak mungkin kau datang seperti ini, banyak cara agar kedatanganmu tak terlihat elegan,
mungkinkah kau jatuh.. .

Ahh ., sudahlah aku takut semua rasaku mengulang, bagai reruntuhan gedung yang menerpa seekor anak kucing.

"Mengagumi seseorang yang mengagumimu"
kicauanmu berikutnya.

Aku ingin mengutarakan  tekanan  darahku ketika memandangimu  bagai roller coster perlahan naik lalu turun dengan cepat ,adrenalin ku terpacu, aku berteriak menyebut namamu.

buatmu, aku seperti kereta yang menarik masa lalu dengan puisi-puisiku,
benar, itu sebabnya kau datang untuk mengutarakan rasa bersalahmu,

kau membuatku takjub dengan kejujuran
Bagaimana Kamu melewati hari dengan riang,
berangkatlah berjalan kaki, utarakan sosok ikan kerdil yang menjadi santapan favoritmu.
Aku takjub kau masih mengingatku,
Aku takjub kamu menyebut awalan nama dan aku menjawabnya,
Aku takjub dapat menyebut namamu,dan kau mendengarnya.


Rabu, 19 April 2017

Malam raksa bait 2




seperti biasa aku memesan secangkir teh hangat
bukan cuma buku
Kali ini Pandanganku tertuju
pada rintik yang jatuh

"aku selalu mengingatmu
meski kau mencintaiku terlalu  sebentar."

Aku memperhatikan air mulai berkemah di atas kap mobil  membasahi tiang penyangga bohlam,
Rintik kelihatan berwarna jingga emas terkena sorot cahaya

Nampak pula rombongan vespa berjejer  di 'park' kafe, menurutku mereka tak pernah menghiraukan hujan

"tidak membenci atau menyukai hanya tak menghiraukan"

para vespa Membunyikan klakson tanda pamit undur diri,
suar knalpot mereka memecah jalan raya nan sunyi

"Di ambang malam
Jejak di genangan
Hujan deras "

Rinduku mulai tak terkendali  mengalir bagai bah air hujan,
jatuh dari langit dengan
keindahan setara.






Minggu, 16 April 2017

Taulyah bait 2

Malam direnung sipu
Gerimis dikalung hati
Aku sanggup mencintaimu
Kelak aku tahu diri

kain jemuran ditampar hujan 
Ia basah sekuyupnya
Ia menangis terseduh
mengapa Ia dilupakan
Ia di sia-siakan

Aku bisa lenyap
Seperti kunang-kunang
Tetapi kerlap-kerlipku
Terlalu indah tuk kau sia-siakan.


"tonight No going back, Nothing seems right Stuck in the past"
 


Sengereng








Riwettu siduppa matataengka sEengereng tampuredde’i ukka timukumataEsso riile'

matammupalluwai lorongenna sEngerekkunannEnnEna mancaji warapaccoloi tEkkEna uddanikkutetti picakiwi buku' arokuiyafura mattekkewe nataro sino-sino enrengnge,
aranggaselangaga natattimpa”na atikkusellu’ni muttama werung angin manyamengnge.


Asmara’ versi Bahasa Bugis
(Bercerita tentang cara lelaki bugis mengutarakan haru kerinduan)


Jumat, 14 April 2017

Vakansi

"Selamat pagi untuk kamu yang sedang bepergian
Semoga ingatan tentangku tetap mengiringimu bagai pepohonan rimbun di pesisir jalan "

Aku tlah berjanji tuk membangunkanmu sebelum kau  terlelap,mengingatkan pesawat kita berangkat pagi sekali,
Aku memberitahumu kita akan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta listrik.

" kamu menyukai deruh kereta
Seperti aku menyukai kirana"

Aku tak pernah liburan menggunakan kereta tetapi aku percaya kok Pemandangan dari luar kereta jauh lebih 'sejuk' dibanding suasana di kaca pesawat,
Aku ingin kamu menyukai melihat langit ketimbang pesawahan,
Menurutku walau langit tak mampu di gapai tetapi lebih mudah di renungi seperti lukisan melankolis di dinding kafe.



"Rel kereta nampak tersenyum walau lokomotif selalu menampakkan muka asam"

Aku pernah mengatakan bahwa kita selalu bepergian, meski tak  ada bukti sobekan tiket bekas  perjalanan,
Aku (harus) siuman dari anganku ,
berdua
bersua,
menikmati pesta minum teh
di stasiun.

"kamu mengakui kita 
berada di dalam satu kereta,
meski dengan tujuan berbeda "


Senin, 10 April 2017

Dealova dengma dan ombak bait 2



"Jatuh hati,katakan !
  Merindui,ungkapkan !
  Cinta memang kata sederhana
  Tetapi tidak se-sederhana itu "

Akhir-akhir ini dengma keseringan menatap ombak,dia seakan lupa genting rumah tempatnya  biasa meminum teh merasakan manis tanpa pengandaian.
menurutnya ada suasana baru ketika ia mengunjungi tanggul menggunakan "fixie",
Benar, ia selalu bersepeda ketepian senja tuk bercengkrama dengan petang,
menyaksikan keringat nelayan menarik kail jala laba-laba.
ia membayangkan hebatnya para perahu yang mampu menekuk Sikut lautan.
jika di ibaratkan biota laut Dengma  tipekal makhluk penyendiri bak anemon layu ditengah ikan-ikan nemo.

Ia mulai terbiasa dengan suara 'iye' wanitanya,
Dengma juga membiasakan indra pendengarannya mendengar  ombak  membawa gemuruh ketidakpastian.

"Senja melamun
Ombak menggulung
Buih pecah
Pasir terhanyut"

Dengma mematung  mengayunkan kaki seakan mengikuti jejak kepiting

"Apa ada kebahagiaan setelah ombak pergi"

ia (kembali) membayangkan  wanita yang gemar bepergian menggunakan kereta,
Benar,Si rambut sebahu yang membuatnya patah hati sekaligus jatuh cinta
"Datanglah dan tepuk pundakku" gumam dengma dalam hati,

"Bukannya kau ingin memelukku ?" 


Jumat, 07 April 2017

Cry bait 2




"Tetaplah riang dan cerewet seperti biasanya,
Aku ingin memperhatikanmu  diam-diam, seperti biasanya"

kelinci putih diantara rumput dan terowong bunga meloncat kecil bagai pasang surut ombak dipadang daun,
Aku keasyikan memperhatikanmu
Tak tahu bahwa kau tiba-tiba ada hadapanku,
matamu memandangku penuh rasa kasihan bagai kereta kerajaan menatap pengemis jalanan,

"Aku tak sudih rasa kasihanmu,
Aku lelah berempati,
Kenapa? 
apakah kamu bahagia?
Apakah ada manusia hina yang mengenangmu seperti saya ?
Hei? 
kamu tahu rasanya jika cinta sejati dan cinta pertama datang diwaktu yang sama ?
Apa di seberang kamu mengenal manusia yang sudih merawat luka serta memilih tak ingin bahagia?
jika jawabanmu masih
"tidak saya tahu'ki"
Aku tak butuh rasa kasihanmu! 
Biarkan  aku jatuh cinta seperti remaja dibalik seragam putih abu-abu,



akhirnya kelinci itu hilang dibalik reremputan batu,
Aku hanya mengeluarkan kerut melihat tingkah lucunya
aku ingin mengejarnya sekali lagi bahkan berkali-kali
Sampai ia menyebutku sebagai si "pemburu",
tenanglah Aku tak sehina itu 


Cry bait 1





kau akhirnya berani  menyapa menjelma menjadi bentuk fisik dari angin,
Sebelum kau datang , aku sedang menatap langit dari atap merasai suara hembusan  yang membuatku  sejuk serta  sunyi,
"Setelah kau datang kini aku ingin bernapas dengan angin
Aku tak mau lagi menghirup udara"

Kau serupa apa saja yang hanya datang dan pergi
Kemarin aku menyebutmu ombak hanya menghempasku lalu pergi tanpa permisi,
Sekarang kau serupa angin yang datang membawa hembus  kesejukan

Esok entahlah ,apakah masih ada  angin yang terbawa ombak ? Atau kan berganti menjadi kaktus pantai dimusim kemarau

Aku juga pernah menyebut huruf terakhir dari namamu adalah rintik kunamai seperti sebutan hujan

"Yang datang saat aku butuhkan,   pergi ketika aku masih merasa kehilangan"


Senin, 03 April 2017

dealova dengma dan ombak



Mata dengma berkaca-kaca
Muka renung tak karuan
ia berkuat menahan,
tetap saja tangisnya deras,  memecah bendungan dipipinya

dengma suka bersembunyi diselasar suara yang menghempas,
ia tahu sedang jatuh cinta pada riak gelembung ombak, karena ia percaya ombak adalah hempasan paling tenang dimuka bumi

Dengma kecewa, ia berlari
menuju atap rumah tempatnya berkeluh pada malam,
 dengma menatap langit dengan mata(masih) basah,bagai anak kecil memelas mainan baru pada ibunya,
tetapi saat dengma mulai meratapi pekatnya langit, malah warna biru lautan yang tecermin,
"mengapa cinta itu pergi??
Kenapa ia malu menjemputnya??"

di genting berlantai sembilan
Dengma tersadar 
"ombak pergi tuk kembali
datang Jika ingin menyakiti"



Sabtu, 01 April 2017

Andai

" Langit nan indah
Aku menemukanmu 
duduk berayun diantara sabit dan bintang,Kau nampak asyik bermain ayunan "

  Andai mengundurkan waktu  semudah memutar balik tombol "timer" di mesin cuci,
Maka aku ingin Mengembalikan masa dimana kita berbincang tanpa ada kepurapuraan.

andai aku mampu mengembalikan suasana ini kembali ke masa saat kita masih berupa ranting polos yang saling jatuh cinta, tanpa memikirkan dedaunan kering dimusim kemarau abu-abu.

aku mengutip pesan yang kau sematkan
"ini bukan waktunya lagi tuk  berandai-andai,
Aku adalah kekecewaan yang tak pernah kau akui".

Bukannya kata "andai" sinonim dari mengulang waktu ?
Sungguh tuhan maha adil.


Minggu, 26 Maret 2017

Jus wortel bait 9



Bagaimana kamu melewati hari ? 
Apa ada fakta tentang aku ?

Jika jawabanmu, tidak.
maka biarkan saya mengurai cerita  yang tlah lama menggulung,
Kamu pernah memberikanku sebuah bingkisan berupa jam meja bercorak  senyuman,
Kamu pernah mengisinkanku membuka kado berisi sandal berwarna coklat,
kamu juga meminjamkanku sebuah gantungan kunci ,konon pemberian pamanmu dari kota palu,yang sangat berharga.

"Lusa berganti perih
Kemarin selalu pergi
Pulanglah layaknya merpati"


Waktu itu aku merasa keberadaanku sangat berarti, bagai tetes embun menyambut kelahiran hari,
aku bukan lagi pengagum yang malu menyapamu,kini aku layaknya seekor ayam jantan yang siap berkokok membangunkan pagi.

setelah minggu kedua,
aku perlahan tahu sebenar-benarnya,
kau memberikanku sandal sebagai pengganti sosokmu yang tak bisa lagi menemaniku tuk melangkah.
kamu memberikanku jam meja sebagai alarm pertanda
"Waktu kita telah usai"
Serta kau menyerahkan gantungan  kunci sebagai pengingat (pernah) ada wanita yang sangat aku cintai.