Bagiku Rintik serupa suara bel sekolah, sebagai pertanda aku harus ke depan kelasmu,
Benar,
Aku melihatmu menantinya di selasar sekolah,
Tingkahmu seakan mengajarkan sosokmu adalah simbol dari rasa tabah,
iya,
cinta memang butuh ketabahan,seperti kau yang selalu sabar menanti sang pangeran.
Nampak kau berbincang dengan sebuah buku
aku ingin memastikan kenapa bibirmu bergerak dengan cepat,
hei buku apa yang kau baca?
Aku ingin menghampiri,
Seperti gelas teh kemasan yang datang ke genggamanku,Aku ingin duduk di sampingmu
tuk menghilangkan rasa haus belaian.
Andai aku bisa berdebat denganmu,aku kan menanyakan mengapa kau selalu menangis di pojokan sana,aku pernah mendapatimu terseduh di depan perpustakaan lama, mata indahmu pucat serupa bunga layu,andai aku tak terlahir sebagai pemalu pasti telah ku sirami bunga di mata itu dengan sebuah kecupan dikeningmu,
sembari berucap semuanya kan baik-baik saja tik,
kau tak kesepian,
Aku setia memperhatikanmu hingga sang pangeran menjemputmu dengan kereta kencana.
Tak ada kita,
Cuma aku dan pohon yang menghalangi pandanganku
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Selasa, 06 Juni 2017
Jus wortel bait 12
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar