Selasa, 06 Juni 2017

Jus wortel bait 12



Bagiku Rintik  serupa suara bel sekolah, sebagai pertanda aku harus ke depan kelasmu,
Benar,
Aku melihatmu menantinya di selasar sekolah,
Tingkahmu seakan mengajarkan sosokmu adalah simbol dari rasa tabah,
iya,
cinta memang butuh ketabahan,seperti kau yang selalu sabar menanti sang pangeran.
Nampak kau berbincang dengan sebuah buku
aku ingin memastikan kenapa bibirmu bergerak dengan cepat,
hei buku apa yang kau baca?

Aku ingin menghampiri,
Seperti gelas teh kemasan yang datang ke  genggamanku,Aku ingin duduk di sampingmu
tuk menghilangkan rasa haus belaian.
Andai aku bisa berdebat denganmu,aku kan menanyakan mengapa kau selalu menangis di pojokan sana,aku pernah mendapatimu terseduh  di depan perpustakaan lama, mata indahmu pucat serupa bunga layu,andai aku tak terlahir sebagai pemalu pasti telah ku sirami bunga di mata itu  dengan sebuah kecupan dikeningmu,
sembari berucap semuanya kan baik-baik saja tik,
kau tak kesepian,
Aku setia memperhatikanmu hingga sang pangeran menjemputmu dengan kereta kencana.

Tak ada kita,
Cuma aku dan pohon yang  menghalangi pandanganku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar