Kelak suatu hari
Aku menjelma pagi
Kau menggenggam secangkir kopi, kita menanti sunrise
di rinjani.
dalam tenda berkain merah
juga Berdinding unggun
nampak Wajah baru bangunmu,
Sayup, anggun
Cantik tak dibuat-buat.
Di belakang ilalang
aku tlah menyiapkan tungku
Menanti Jemari(mu)
Untuk menanak nasi.
di sebelahmu
Aku memegang payung
Melindungi(mu)
Dari nyala-nyala kayu bakar.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Sabtu, 15 Juli 2017
Aku namakan sunrise itu namamu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar