Minggu, 27 Agustus 2017

Vakansi ke pare bait 1

" Awan berbentuk sesuai representatif perasaan orang-orang di permukaan, "
Banyak cara membuat langit nampak ceria, berimaji layaknya anak perempuan yang menggambar matahari lengkap dengan  alis mata dan garis senyuman : )

saya menggumam pada niur dahan yang menunduk di bahu jalan seakan memberi penghormatan ke tiap kendaraan yang melewatinya,
seperti biasanya  saya memangku buku dan di jemariku terjepit sebuah ballpoin serupa sumpit, saya ingin menangkap  intuisi apa lagi yang di berikan alam lewat tontonan di luar jendela mobil,
ada-ada saja yang membekas di nalarku, seperti eratnya pelukan seorang anak ke ayahnya di  atas motor metic atau kepulan karbondioksida dari mobil truk yang menghalau tatapanku ke lamunan langit.
Di sampingku duduk sosok perempuan muda yang selalu menatapku,dia mengenakan sweter berwarna merah, kebetulan itu warna favoritku,
Sesekali aku pun mencuri pandang untuk memperjelas wajahnya, dia kelihatan manis walau tak bergincu,wajahnya bersih berkulit  sawo natural, dia juga berkacamata sepertiku, entah ada perasaan  yang menarikku untuk selalu memandanginya, saya memperhatikan ibarat pengemudi yang mencuri pandang lewat kaca spion,di saat saya menunduk untuk menyelesaikan naskah cerpen yang saya tulis, dia kembali menatapku, kejadian yang terus berulang hingga mobil yang kami tumpangi berhenti sejenak, tatapan kami pun enggan beranjak.

Entahlah Mungkin cuma saya yang keGRan,
mungkin dia  cuma tertarik pada kacamata baru yang kukenakan, mungkin dia keheranan pada tulisan tanganku yang serupa cakar ayam,
Semua baru sebatas kemungkinan-kemungkinan yang tak di sengaja,

Sudahlah saya tipekal  yang tak pandai berkenalan apalagi jika mengenai perasaan suka pada lawan jenis,
untuk saat ini
entahlah
Saya masih tertarik  pada seseorang yang selalu saya lihat sosoknya pada ngarai ombak yang menghempas,
Menghempas otak kananku untuk berpikir rasional,
Menghempas bagian otak kiriku untuk bertindak membayangkan,
Membayangkan kau adalah perempuan bersweter merah yang masih memperhatikanku dalam diamnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar