aku tlah berjanji tuk tetap menjaga salah satu pemberianmu, entah mengapa ketika melihat benda itu aku selalu merasa nyaman,teduh ibarat bersandar di sebuah pohon beringin,
tersenyum sendiri melihatnya ,jujur aku pernah berniat tuk memindahkanya ke lautan,memasukkannya dalam sebuah botol kaca melemparnya sekuat tenaga, aku berharap kau yang menerimanya di seberang pulau ketika berjalan di tepi pantai menggandeng sosok lelaki pilihanmu,
Di rumah senja petang kemarin, aku ingin melepas semua ingatanku, memberikannya pada laut yang menghempas
Setibanya di bibir lautan, aku duduk kaku memandangi langit sebelum senja, tiba-tiba angin pasang menggelitik telingaku, seakan ada pesan yang ingat ia sampaikan, aku terdiam menatap layar perahu nelayan yang sedang bersandar. Aku mengingat semua rasa sakitku, kali ini aku sangat yakin tuk melepasmu, tak ingin mengingatmu lagi,
tetapi apakah aku seyakin itu
Apakah aku mampu,
aku hanya egois pada diriku,
aku tak bisa memilikimu makanya aku ingin melepasmu,itu adalah pikiran ternormalku saat ini.
Ahh bukan diriku kalau seperti ini,gumamku dalam hati, baiklah aku masih memikirkannya aku masih sayang padanya.sudahlah aku kan menyimpan gantungan kunci itu sampai waktu merebutnya dariku.
Akupun pergi sebelum sempat menyaksikan lembayung senja,
aku kembali mengayuh sepeda,
Gantungan kunci itu masih menggelantung di tas punggungku setidaknya di pikiranku kau yang memelukku,bukan gantungan kunci pemberianmu.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Rabu, 26 April 2017
Tauliyah bait 4
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar