Bisa-bisanya Aku menatapmu lebih lama dari biasanya,
Melihat pipimu (kini) setengah bulat memperhatikan
Jam tangan yang kau sematkan di lengan sebelah kanan,membuat tangan kirimu lengang tanpa aksesoris, aku juga menyukai menggunakan arloji di sebelah kanan kok, menandakan kita adalah kaum kidal yang menghargai waktu.
Di suasana liburan seperti ini aku biasanya berjalan ke arah selatan.
"rasa kehilangan
hanya akan ada
jika kau pernah merasa memilikinya
pernahkah kau mengira
kalau dia kan sirna walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa"
aku Terbawa suasana lagu letto yang terdengar lewat earphone, mengiringi hati tuk menikmati ketabahan.
bisa-bisanya aku tak menghiraukan pemandang sawah di semilir jalan juga kemudi mobil yang ku genggam,
Aku menolak lambaian pepohonan yang seakan mengajak mataku tuk melihat dedaunan yang sedang menggesek biola menghiburku.
Aku memilih menatapmu dari layar ponsel, disaat jalanan sedang macet.
tenanglah aku tak akan menghubungimu
Satu fakta dari kepasrahanku mencintaimu diam-diam.
(Saya tulis di rest area ketika perjalanan ke tebing appalarang kota panrita, tempat yang kau ingin kunjungi ,
langit bermain layang-layang )
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Sabtu, 29 April 2017
Vakansi bait 2
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar