"angin tak tiap hari membawa kesejukan, kadang di bawah terik matahari ia malah menyerahkan rasa gerah,"
Pernah sekali kita berpapasan, kau berlari berjinjit di bidak rumbut dengan lintasan bujur jaring yang memisahkan dua sisi lapangan,sedangkan saya duduk di dalam kelas mencerna rumus matematika yang menolak masuk ke lambungku
"aku ingat kau pernah menatapku walau matamu tak pernah memandangku,"
dengan mengenakan setelan baju olahraga berwarna merah kau menatapku seakan memandangi yang kau tak ingin lihat,
mata kita bertemu sebatas kebetulan-kebetulan.
Kau nampak menyatu dengan orang-orang di sekililingmu, namun hari ini kau tak seperti biasanya,
mungkin kau punya "masalah" yang membuat lesung di pipimu mengkerut ibarat mutiara yang menyembunyikan cahayanya di balik cangkang tiram.
tak serupa petang kemarin saat kau berlatih memasang tandu,
kau begitu riang,lepas terkekeh tanpa beban apapun.
entahlah Mungkin saya ketagihan memperhatikanmu hingga tahu betul warna dari tiap lekukan ekspresi di wajahmu,
Abu-abu Sedih
Jingga Cemberut
Biru bahagia
Atau merah Marah
"Hari ini jadwalmu untuk bermain voli,
satu keberuntungan,
Karena kelasku berhadapan langsung dengan lapangan,
aku bersyukur bisa memandangi warnamu sedikit lebih lama dari biasanya",
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Kamis, 17 Agustus 2017
Jus wortel bait 14
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar