Kamis, 17 Agustus 2017

Jus wortel bait 14

"angin tak  tiap hari membawa kesejukan, kadang di bawah terik matahari  ia malah menyerahkan rasa gerah,"

Pernah sekali kita berpapasan, kau berlari berjinjit di  bidak rumbut dengan  lintasan bujur jaring yang memisahkan dua sisi lapangan,sedangkan saya duduk di dalam kelas mencerna rumus matematika yang menolak masuk ke lambungku

"aku ingat kau pernah menatapku walau matamu tak pernah memandangku,"

dengan mengenakan setelan baju  olahraga berwarna merah kau  menatapku seakan memandangi yang kau tak ingin lihat,
mata kita bertemu sebatas kebetulan-kebetulan.

Kau nampak menyatu dengan orang-orang di sekililingmu, namun  hari ini kau tak seperti biasanya,
mungkin kau punya "masalah" yang membuat lesung di pipimu  mengkerut  ibarat  mutiara yang menyembunyikan cahayanya  di balik cangkang tiram.
  tak serupa petang kemarin  saat kau berlatih memasang tandu,
kau begitu riang,lepas terkekeh  tanpa beban apapun.

entahlah Mungkin saya ketagihan memperhatikanmu hingga  tahu betul warna  dari tiap lekukan ekspresi di wajahmu,

Abu-abu Sedih
Jingga Cemberut
Biru bahagia
Atau merah Marah


"Hari ini jadwalmu untuk bermain voli,
satu keberuntungan,
Karena kelasku berhadapan langsung dengan lapangan,
aku bersyukur  bisa memandangi warnamu sedikit lebih lama dari biasanya",


Tidak ada komentar:

Posting Komentar