"Jatuh hati,katakan !
Merindui,ungkapkan !
Cinta memang kata sederhana
Tetapi tidak se-sederhana itu "
Akhir-akhir ini dengma keseringan menatap ombak,dia seakan lupa genting rumah tempatnya biasa meminum teh merasakan manis tanpa pengandaian.
menurutnya ada suasana baru ketika ia mengunjungi tanggul menggunakan "fixie",
Benar, ia selalu bersepeda ketepian senja tuk bercengkrama dengan petang,
menyaksikan keringat nelayan menarik kail jala laba-laba.
ia membayangkan hebatnya para perahu yang mampu menekuk Sikut lautan.
jika di ibaratkan biota laut Dengma tipekal makhluk penyendiri bak anemon layu ditengah ikan-ikan nemo.
Ia mulai terbiasa dengan suara 'iye' wanitanya,
Dengma juga membiasakan indra pendengarannya mendengar ombak membawa gemuruh ketidakpastian.
"Senja melamun
Ombak menggulung
Buih pecah
Pasir terhanyut"
Dengma mematung mengayunkan kaki seakan mengikuti jejak kepiting
"Apa ada kebahagiaan setelah ombak pergi"
ia (kembali) membayangkan wanita yang gemar bepergian menggunakan kereta,
Benar,Si rambut sebahu yang membuatnya patah hati sekaligus jatuh cinta
"Datanglah dan tepuk pundakku" gumam dengma dalam hati,
"Bukannya kau ingin memelukku ?"
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Senin, 10 April 2017
Dealova dengma dan ombak bait 2
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar