Senin, 10 April 2017

Dealova dengma dan ombak bait 2



"Jatuh hati,katakan !
  Merindui,ungkapkan !
  Cinta memang kata sederhana
  Tetapi tidak se-sederhana itu "

Akhir-akhir ini dengma keseringan menatap ombak,dia seakan lupa genting rumah tempatnya  biasa meminum teh merasakan manis tanpa pengandaian.
menurutnya ada suasana baru ketika ia mengunjungi tanggul menggunakan "fixie",
Benar, ia selalu bersepeda ketepian senja tuk bercengkrama dengan petang,
menyaksikan keringat nelayan menarik kail jala laba-laba.
ia membayangkan hebatnya para perahu yang mampu menekuk Sikut lautan.
jika di ibaratkan biota laut Dengma  tipekal makhluk penyendiri bak anemon layu ditengah ikan-ikan nemo.

Ia mulai terbiasa dengan suara 'iye' wanitanya,
Dengma juga membiasakan indra pendengarannya mendengar  ombak  membawa gemuruh ketidakpastian.

"Senja melamun
Ombak menggulung
Buih pecah
Pasir terhanyut"

Dengma mematung  mengayunkan kaki seakan mengikuti jejak kepiting

"Apa ada kebahagiaan setelah ombak pergi"

ia (kembali) membayangkan  wanita yang gemar bepergian menggunakan kereta,
Benar,Si rambut sebahu yang membuatnya patah hati sekaligus jatuh cinta
"Datanglah dan tepuk pundakku" gumam dengma dalam hati,

"Bukannya kau ingin memelukku ?" 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar