Minggu, 14 Mei 2017

0,08 detik



Berlari-lari  kecil mengumpulkan pijakan tuk bisa melompat sekuat kaki kelinci,
Kau melayang 0,08 detik diangkasa
Lenganmu bersila di udara
Kaki mengayun melawan arah, berandai aku menjelma langit yang memeluk erat tubuhmu
dan akhirnya kau kembali,
Pulang jatuh ke bumi.

Kau membebaskanku
berselancar selama 0,08 detik di awan imaji,
kau membiarkanku menunggangi ombak sebelum senja merebutmu,

Di bibir masa lalu 
Aku melihatmu 0,08 detik
dengan mata bersuara,
menyebut namamu
Sebagai pijakan awal tuk memanggilmu kembali


kau selaku 0,08 detik penyangga bahagiaku,
Walau kita sama-sama tahu,
kau menganggapku distorsi waktu paling berbahaya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar