Mata dengma berkaca-kaca
Muka renung tak karuan
ia berkuat menahan,
tetap saja tangisnya deras, memecah bendungan dipipinya
dengma suka bersembunyi diselasar suara yang menghempas,
ia tahu sedang jatuh cinta pada riak gelembung ombak, karena ia percaya ombak adalah hempasan paling tenang dimuka bumi
Dengma kecewa, ia berlari
menuju atap rumah tempatnya berkeluh pada malam,
dengma menatap langit dengan mata(masih) basah,bagai anak kecil memelas mainan baru pada ibunya,
tetapi saat dengma mulai meratapi pekatnya langit, malah warna biru lautan yang tecermin,
"mengapa cinta itu pergi??
Kenapa ia malu menjemputnya??"
di genting berlantai sembilan
Dengma tersadar
"ombak pergi tuk kembali
datang Jika ingin menyakiti"
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Senin, 03 April 2017
dealova dengma dan ombak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar