'rose' menggenggam setangkai mawar pemberian kekasihnya di buritan kapal, Kendati angin menyisir rambutnya serupa belaian lembut sang ibu pada anak tertuanya.
Ia mulai belajar menyatu dengan serpihan, belajar membiarkan duri menusuk jari manisnya yang tak bercincin.
'Rose' pasrah akan trisula yang siap menusuk jantungnya
Menikam hatinya
Air mulai menepi di buritan,
'Rose' tak lagi bersembunyi dibalik senyum basa-basi,
Ia membiarkan kaca-kaca berair
Ia Tak menghiraukan air matanya yang kini tlah membanjiri seisi kapal.
"aku bangga karam bersama pemberiannya ,"
Sahut, rose.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Sabtu, 29 Juli 2017
"Rose"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar