Sabtu, 29 Juli 2017

"Rose"



'rose' menggenggam setangkai mawar pemberian kekasihnya di buritan kapal, Kendati angin menyisir rambutnya serupa belaian lembut sang ibu pada anak tertuanya.
Ia mulai belajar menyatu dengan serpihan, belajar membiarkan duri menusuk jari manisnya  yang tak  bercincin.

'Rose' pasrah akan trisula  yang siap menusuk jantungnya
Menikam hatinya

Air mulai menepi di buritan,
'Rose' tak lagi bersembunyi dibalik senyum basa-basi,
Ia membiarkan kaca-kaca berair
Ia Tak menghiraukan  air matanya yang kini tlah membanjiri seisi kapal.



"aku bangga karam bersama pemberiannya ," 
Sahut, rose.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar