"Asam di darat, garam di laut
Bertemu dalam belangga,"
Pribahasa Mengenai buah asam yang berarti laki-laki dan perempuan kalau jodoh akan bertemu (juga) pada akhirnya.
Tuhan selalu memberikan misteri lewat pertemuan-pertemuan yang baik, seperti hari ini aku tak mengira akan menjemputmu,aku tak tahu apakah ini tindakan benar atau satu kebodohan, di sepanjang jalan mataku menatap spion motor yang sengaja kuarahkan ke wajahmu,
Kedipan mata terkena silau matahari adalah pemandangan paling indah di belakang punggungku, terima kasih teruntuk kamu si penemu kaca spion, berkatmu aku dapat memandanginya sepanjang jalan, gumamku terhanyut senyuman,
tiba-tiba saja bibirku tak hentinya bersenandung mengulang syair sheila
" oh tuhan
Untuk kali ini saja
Berikan aku kesempatan untuk menatap matanya,"
Kau menanyakan aku kan membawamu kemana, aku ingin menjawab aku kan membawamu pergi untuk merasakan zat antioksidan dari teh hangat di bawah pohon kelapa untuk menetralkan zat candu pertemuan,
menyaksikan bagaimana rindu-rindu menerbangkan layangan ,menyaksikan dua pasang mata saling menatap,
hanya kita.
Aku kan menghabiskan minggu hanya berdua denganmu
..............................................................
Tak ada kata tetapi,
Cukup aku yang hilang,
mengapa raut wajahmu masam ? serupa rasa buah asam yang kau cari di pasar,
Kau membenciku? atau kau sadar kita hanya masa lalu yang tak pantas menerima belas kasihan ?
Aku kan mengungkap rasa hari ini,
Gumamku sembari masih menatapmu dari spion,
Apakah salah mengharapkan apel yang telah di genggam orang lain ?
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Sabtu, 08 Juli 2017
Deasua bait 2
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar