Parkiran belum ramai,
Hanya beberapa motor siswi yang terparkir di sisi selatan,
di sekolahku parkiran laki-laki dan perempuan terpisah,
entah apa faidahnya mungkin para guru takut ada siswa yang pacaran di parkiran, tetapi menurutku itu aturan yang tak masuk akal,kalaupun memang parkiran di pisah cuma beralasan siswa tak di perbolehkan berinteraksi,terus mengapa kantin di satukan ?,tak di bedakan,
bukannya kantin adalah tempat favorit sepasang kekasih saling memadu cerita ?
iya benar,saya jenis siswa pembenci kantin sekolah,
bukannya karena tak di beri uang jajan yang cukup,
tetapi saya tak ingin berpapasan dengan dia juga pangeran di kantin,
Aku takut 'Awkward moment' mematikan semangatku untuk menuntut ilmu. *Senyum sarkas*
jika saya melihat mereka jalan bersama saya memilih 'bertapa' di kelas, dan sebisa mungkin menghindar dari mereka.
" reaksi jatuh cinta diam-diam mengubah penakut menjadi seorang pengecut,"
......................................................
Jujur sih saya cemburu pada kawan-kawan yang tlah berpacaran,
Mereka punya tempat meminta tolong untuk memasangkan dasi,
Punya tempat meminta bantuan untuk mengerjakan LKS,
Atau hanya sekedar minta dibantu untuk barengan ke kantin sekolah.
........................................................
duduk di sadel motor sambil 'memencet' jerawat adalah ritual yang menemaniku memperhatikan suasana parkiran sekolah,
Memperhatikan si-dia datang,
Memperhatikan seberapa cepat dia melangkah,
Memperhatikan dia menenteng buku LKS,
Memperhatikan dia bercermin di spion motornya
Memperhatikan dia merapikan dasinya,
Memperhatikan dia menunggu seseorang,
"Memperhatikan dia yang tak pernah memperhatikanku,"
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Sabtu, 12 Agustus 2017
Jus wortel bait 13(paragraf, a)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar