Serupa angin di depan jendela
Tabah mengetuk perlahan-lahan,
Berharap sekuat hati tuk dapat kau pikirkan.
yang menangis, terlihat seperti Sepasang kaca berangka
Langit tak sanggup menormalkan penglihatanku.
di malam itu,
aku mata yang sakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar