Kamis, 24 Agustus 2017

Angan, angin, ingin bait 2



aku belajar menyatukan angin dari silang angan dan inginku,
Sekiranya aku berharap petang tak terlihat terang tetapi kelihatan redup mata tidur
Mengapa Angin setia memelihara kecemasanku ?

empatimu  tak lagi merasai
ragamu tak bisa merangkul  kepastian,

temaram jingga memulihkanku ibarat segenggam gula yang memaniskan secangkir teh tawar.

aku bertukar harap pada gumpalan awan yang  terlihat seperti angsa  beribu sayap

Impian sederhana terlihat sangat mewah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar