aku belajar menyatukan angin dari silang angan dan inginku,
Sekiranya aku berharap petang tak terlihat terang tetapi kelihatan redup mata tidur
Mengapa Angin setia memelihara kecemasanku ?
empatimu tak lagi merasai
ragamu tak bisa merangkul kepastian,
temaram jingga memulihkanku ibarat segenggam gula yang memaniskan secangkir teh tawar.
aku bertukar harap pada gumpalan awan yang terlihat seperti angsa beribu sayap
Impian sederhana terlihat sangat mewah.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Kamis, 24 Agustus 2017
Angan, angin, ingin bait 2
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar