Rabu, 19 April 2017

Malam raksa bait 2




seperti biasa aku memesan secangkir teh hangat
bukan cuma buku
Kali ini Pandanganku tertuju
pada rintik yang jatuh

"aku selalu mengingatmu
meski kau mencintaiku terlalu  sebentar."

Aku memperhatikan air mulai berkemah di atas kap mobil  membasahi tiang penyangga bohlam,
Rintik kelihatan berwarna jingga emas terkena sorot cahaya

Nampak pula rombongan vespa berjejer  di 'park' kafe, menurutku mereka tak pernah menghiraukan hujan

"tidak membenci atau menyukai hanya tak menghiraukan"

para vespa Membunyikan klakson tanda pamit undur diri,
suar knalpot mereka memecah jalan raya nan sunyi

"Di ambang malam
Jejak di genangan
Hujan deras "

Rinduku mulai tak terkendali  mengalir bagai bah air hujan,
jatuh dari langit dengan
keindahan setara.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar