"Perkutut nyaring
ciutan melengking,
dengan harap seseorang melepasnya dari kurungan,"
saya dan kebiasaan 'aneh' selalu memperhatikan tiap jengkal sisi ruangan ketika mengunjungi tempat yang baru, serupa seorang gadis penuh teliti memperhatikan sepatu yang akan di belinya.
saya menulis prosa ini di teras rumah kenalanku,
Mataku terpana melihat perkutut yang dia pelihara,
Jujur saya bisa merasai betapa nelangsanya terkurung
hanya Terdiam, sesekali mengepakkan sayap seolah-olah berlatih untuk terbang,
mungkin ia berpikir dikalau saja suatu hari bisa menggunakan sayapnya diangkasa,
ia bisa menggunakannya semaksimal mungkin menyongsong pawana jingga, menggunakan bulu di sayapnya untuk memeluk gigil angin sore,
Saya terharu pada impiannya yang mengawang,
melayang walau tubuhnya terkekang jeruji sangkar.
Hari ini saya menghabiskan remah-remah senja dengan secangkir jus alpukat,walau rasanya agak masam tetapi tertutupi oleh obrolan manis yang mengasyikkan, : )
" sebab memulai hari tak harus menunggu matahari terbit
hariku bermula ketika senja perlahan mengayun rendah,
Menenggelamkan hari kemarin berganti niur udara esok "
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Sabtu, 09 September 2017
Vakansi ke pare bait 4
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar