Sabtu, 09 September 2017

Vakansi ke pare bait 4

"Perkutut nyaring
ciutan melengking, 
dengan harap seseorang melepasnya dari kurungan,"

saya dan kebiasaan 'aneh'  selalu memperhatikan tiap jengkal sisi ruangan ketika mengunjungi  tempat yang baru,  serupa seorang gadis penuh teliti  memperhatikan sepatu  yang akan di belinya.

saya menulis prosa ini di teras rumah kenalanku,
Mataku terpana melihat perkutut yang dia pelihara,
Jujur saya bisa merasai betapa nelangsanya terkurung
hanya Terdiam, sesekali mengepakkan  sayap seolah-olah berlatih untuk terbang,
mungkin ia berpikir  dikalau saja suatu hari  bisa menggunakan sayapnya diangkasa,
ia bisa menggunakannya semaksimal mungkin  menyongsong pawana jingga, menggunakan bulu di sayapnya untuk memeluk gigil angin sore,

Saya  terharu pada impiannya yang mengawang,
melayang walau tubuhnya terkekang jeruji sangkar.


Hari ini saya  menghabiskan  remah-remah senja dengan  secangkir jus alpukat,walau rasanya agak masam tetapi tertutupi oleh obrolan manis yang mengasyikkan, : )

" sebab memulai hari tak harus menunggu matahari terbit
 hariku bermula ketika senja perlahan mengayun rendah,
Menenggelamkan hari  kemarin berganti niur udara esok "


Tidak ada komentar:

Posting Komentar