"Tetaplah riang dan cerewet seperti biasanya,
Aku ingin memperhatikanmu diam-diam, seperti biasanya"
kelinci putih diantara rumput dan terowong bunga meloncat kecil bagai pasang surut ombak dipadang daun,
Aku keasyikan memperhatikanmu
Tak tahu bahwa kau tiba-tiba ada hadapanku,
matamu memandangku penuh rasa kasihan bagai kereta kerajaan menatap pengemis jalanan,
"Aku tak sudih rasa kasihanmu,
Aku lelah berempati,
Kenapa?
apakah kamu bahagia?
Apakah ada manusia hina yang mengenangmu seperti saya ?
Hei?
kamu tahu rasanya jika cinta sejati dan cinta pertama datang diwaktu yang sama ?
Apa di seberang kamu mengenal manusia yang sudih merawat luka serta memilih tak ingin bahagia?
jika jawabanmu masih
"tidak saya tahu'ki"
Aku tak butuh rasa kasihanmu!
Biarkan aku jatuh cinta seperti remaja dibalik seragam putih abu-abu,
akhirnya kelinci itu hilang dibalik reremputan batu,
Aku hanya mengeluarkan kerut melihat tingkah lucunya
aku ingin mengejarnya sekali lagi bahkan berkali-kali
Sampai ia menyebutku sebagai si "pemburu",
tenanglah Aku tak sehina itu
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Jumat, 07 April 2017
Cry bait 2
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar