"Selamat pagi untuk kamu yang sedang bepergian
Semoga ingatan tentangku tetap mengiringimu bagai pepohonan rimbun di pesisir jalan "
Aku tlah berjanji tuk membangunkanmu sebelum kau terlelap,mengingatkan pesawat kita berangkat pagi sekali,
Aku memberitahumu kita akan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta listrik.
" kamu menyukai deruh kereta
Seperti aku menyukai kirana"
Aku tak pernah liburan menggunakan kereta tetapi aku percaya kok Pemandangan dari luar kereta jauh lebih 'sejuk' dibanding suasana di kaca pesawat,
Aku ingin kamu menyukai melihat langit ketimbang pesawahan,
Menurutku walau langit tak mampu di gapai tetapi lebih mudah di renungi seperti lukisan melankolis di dinding kafe.
"Rel kereta nampak tersenyum walau lokomotif selalu menampakkan muka asam"
Aku pernah mengatakan bahwa kita selalu bepergian, meski tak ada bukti sobekan tiket bekas perjalanan,
Aku (harus) siuman dari anganku ,
berdua
bersua,
menikmati pesta minum teh
di stasiun.
"kamu mengakui kita
berada di dalam satu kereta,
meski dengan tujuan berbeda "
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Jumat, 14 April 2017
Vakansi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar