Aku dan langit saling bertukar
Aku bersandar,
dia menatap
Aku mengejek
Dia tak bernama; kamu.
langit menggambarkan aku jatuh pada pertemuan yang salah,
rembulan seakan sengaja menampakkan lengkungnya sebagai penerang perbincangan.
Saya heran mengapa saya tak semalu biasanya, mengapa saya berani mengajukan diri , mengapa banyak pertanyaan di tiap tulisanku?
Saya berharap pena memberikan jawaban dari tiap tanda tanya diatas kertas,
jawaban yang nyata dari semestinya.
saya Pastikan,di jendela kamarmu tak menyuguhkan pemandang seindah di atas atap kamarku,
disini rembulan nampak sangat utuh, saya tak ingat jelas kapan terakhir kali melihat mata bulan seindah itu,mungkin dulu(sekali)
sudah lama,
sekitar sembilan tahun yang lalu.
Saya menitipkan pesan agar kau melihat keluar jendela,
Saya kepingin menyamakan persepsi lewat metafora di angkasa, apakah kau juga merasakan yang seperti saya idamkan sejak lama, ataukah kau hanya menganggapku gantungan baju di belakang pintu sebagai tempatmu menggantung jaket dan menaruh ransel ?
mengapa selalu ada tanda tanya di akhir paragraf yang saya tulis ?
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Rabu, 12 Juli 2017
Deasua bait 3
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar