Dengma membaca tulisan ombak, tertulis;
" kita tak bisa memilih kapan harus jatuh cinta, tetapi kita dapat menentukan harus merawatnya atau membiarkan layu dan mati",
Dengan menatap pantulan ritma di lautan,dia menghirup udara sore dalam-dalam, sekuat tenaga mencoba meringankan degup kecemasan dengan vitamin jingga,
Dengma tak sanggup, jantungnya terus berkontraksi,
Perlahan ombak menggulung menjauhi,
dengma berucap
"Kekhilafanku
Menjadikan diri sebagai sasaran panah chupid padahal aku belum siap jatuh dan terluka",
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Rabu, 11 Oktober 2017
Dealova dengma dan ombak bait 8
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar