Rabu, 26 April 2017

Dan.



aku tak tahu kabarmu sekarang,
Meskipun kau tak pernah mengenalku dan tak ingin tahu apa-apa tentang keberadaanku ,AKu kan selalu menanyakan kabarmu pada langit, apa kau baik-baik saja?
Meski ada-ada saja awan yang menghalau langit dari pandanganku,
Langit terlalu baik padaku, dia selalu tahu apa yang ku butuhkan, seperti malam ini setelah bergelut dengan tumpukan referensi  aku selalu meminta langit tuk merevisinya, bagiku langit adalah dosen pembimbing terbaik ia selalu memyuapi saran yang baik, katanya tesisku buruk karena tak ada bab yang menjelaskan kerangka konsep patah hati,
Hmm menurutku kali ini langit yang salah, tetapi aku tak ingin berdebat, setelah beberapa menit kami saling bertukar canda, aku berkeluh dan mengutarakan kesimpulan pada langit bahwa aku ingin melupakan rasa sakit akan mencintai diam-diam,kali ini aku kan menggunakan otak kubus akademik,
aku tak ingin Memikirkan cinta dan sebagainya. Tetapi langit selalu menghidangkan secangkir teh hangat di teras rumah, dia memberikanku jawaban yang semestinya aku tlah ketahui.
Langit berucap Aku tak bisa melupakannya
aku tak sanggup jatuh hati pada pelangi,aku hanya mengharapkan aurora yang tak pernah mengharapkanku.
Langit selalu punya sudut pandang berbeda ia selalu melihat dari sisi terjauh,
sangat Jauh hingga tak ada satu manusiapun yang tahu.
"ahh ada apa denganku".
Satu Bentakan pada langit.
"Tolong ! beri aku jawaban seperti biasanya?".
Dalam keheningan setelah memperbaiki cara duduknya langit berucap
"Kau selalu mengingatnya
Kau ingin melupakannya,
Kaupun pantas bahagia
Kau ingin bersamanya."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar