Sulawesi selatan adalah tanah yang menjunjung adat istiadat (siri na pacce)
di tiap kabupaten mempunyai bahasa,suku serta kuliner yang berbeda, tetapi ada satu kesamaan dari banyaknya perbedaan,yaitu adat yang kini tlah menjelma menjadi penegak nama baik keluarga,
Budaya uang panai
*jrengg jrengg*
Saya terlahir dari peranakan bugis-makassar makanya saya tahu betul budaya tersebut,
kebanyakan pemuda suku bugis rela bekerja siang menembus malam demi mengumpulkan persenan untuk 'dara' yang di idamkan,
maka tak heran pemuda suku bugis selain pelaut yang ulung mereka juga seorang petarung ,
para petarung uang panai.
uang panai menunjukkan bahwa pemuda Bugis-makassar sangat menghargai keberadaan perempuan sebagai makhluk "anggun" yang sangat berharga (dihargai dalam bentuk materil)
Uang panai memiliki "selera" sesuai dengan tingkatan sang wanita, mulai dari kecantikan, kebangsawanan, pendidikan, hingga pekerjaannya.
Pengaruh faktor pendidikan misalnya, jika "dara" yang akan dilamar memiliki pendidikan sebagai sarjana strata 1, harga panai akan lebih mahal dari gadis lulusan SMA, sedang "dara" lulusan S2 akan jauh lebih mahal dari perempuan lulusan S1.
Untuk perempuan berketurunan bangsawan, nilai uang panai bisa mencapai milyaran rupiah mungkin karena menyangkut harga diri keluarga.
banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi nilai uang panai, misalnya "dara" sudah berhaji,bermobil,atau memiliki rumah dll.
nilai uang panai biasanya di diskusikan oleh keluarga kedua calon besan, banyak kejadian pasangan kekasih yang tlah berpacaran bertahun-tahun pisah karena adat ini,
Uang panai kini menjelma menjadi palang pintu yang menghambat kisah percintaan seseorang,
untuk kalian para pejuang uang panai
satu lirik dari sajak suku bugis;
"Agana ugaukengngi,
pakkadang teppadapi,
nabuwa macenning,
Mau luttu maasuwaja,
tatteppa rewemuwa
tosiputoto-e,"
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Kamis, 17 Agustus 2017
Petarung uang panai
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar