Selasa, 25 Juli 2017

Bukan aku bait 2



"Pada puisi-puisiku kueja huruf-huruf pada dirimu,
entah mengapa selalu saja sama terbaca
yang tak mungkin bersama,"

terdengar bagai kepakan yang membangunkan nalar di kepalaku,
Aku yang naif memberikan  ruang gelap untukmu,
padahal semestinya aku mendengar orang-orang di sekelilingku bahwa  aku tak lagi  membuang-buang waktu,
hanya saja aku takut  kita  menjelma keterlanjuran,
iya,
terlanjur saling menyapa,
terlanjur saling mengagumi, dan terlanjur saling memahami.

Kau riang makanya kau butuh sosok pendiam,
Kau hebat tik, dia harus memeluk semua ketakutanmu,

Kau perlu orang bijak untuk melengkapi semangatmu.

Bukan aku.
Sekali lagi,
Bukan aku
tik.

(saya menulis setelah melepas senja sembari menggesek biola memainkan melodik lagu 'dia' milik anji,
saya memaknai  dengan gerakan jungkir balik di udara  )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar