Kamis, 01 September 2016

Bilama

sehabis senja,kelap-kelip bahagia, merelakan jingga telah berganti, menjadi redup yang gulita,
Kunang-kunang,
malam dan pelita
Tetapi Wanitaku jauh lebih indah
Aku menyukai piguranya memeluk kerel,
berbunga latar tenda segitiga,jua kerudung merah muda
Ia Tersenyum sipuh, melirik malu  tampak pupil sipitnya,
bagiku ia rembulan yang sempurna.


 kita perwujudan malam kunang-kunang,aku ibarat langit , sedang engkau ibarat titik cahayanya.
Sekali lagi
kita ketidakcocokan yang sempurna.
Berbahagialah






Tidak ada komentar:

Posting Komentar