Selasa, 13 September 2016

Trilogi

Roman sipitMu masih seperti yang lalu,sama saat kemeja hitamku  masih bercorak putih abu-abu,
teringat pula  liontin pemberianMu kini menggelantung dikunci motorku, semasih terbungkus pita kado,
Buah bingkisan dariMu saat harlah hari kelahiranku.

Tetaplah seperti angin kemarau yang menyapaku bersama rintik pertama di bulan september,

sekarang, engkau di seberang pulau menikmati lembayung senja dengan lelaki pilihanMu.

Tetapi ingatlah selalu ada sesosok pengagum aneh yang mewarnai   jingga kepergianMu.
Berbahagialah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar