Roman sipitMu masih seperti yang lalu,sama saat kemeja hitamku masih bercorak putih abu-abu,
teringat pula liontin pemberianMu kini menggelantung dikunci motorku, semasih terbungkus pita kado,
Buah bingkisan dariMu saat harlah hari kelahiranku.
Tetaplah seperti angin kemarau yang menyapaku bersama rintik pertama di bulan september,
sekarang, engkau di seberang pulau menikmati lembayung senja dengan lelaki pilihanMu.
Tetapi ingatlah selalu ada sesosok pengagum aneh yang mewarnai jingga kepergianMu.
Berbahagialah.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Selasa, 13 September 2016
Trilogi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar