daun muram dibalik jendela
seakan ia berharap angin tuk menghalaunya hingga ke seberang trotoar.
Selagi jalan raya masih berselimut,
pulanglah, tak seorangpun akan tahu engkau berkunjung sedini ini.
Aku menikmati pagi sehabis subuh,hanya diberanda kamar, sembari hadirkan ingatan suara lembutmu,aku mengingatnya bagai alunan musik bambu,
menenangkan.
Aku memasang headset
menyetel sheila,
kafilah melankolis favoritku,
Sebagai alasan Pengantar teh hangat ke kerongkonganku,
Seraya duta melantungkan
sephia,
Aku bersama Pagi semenjak ia mulai bercerita.
Menenangkan.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Kamis, 22 September 2016
05.46
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar