Kamis, 22 September 2016

05.46

daun muram dibalik jendela
seakan ia berharap angin tuk menghalaunya hingga ke seberang trotoar.

Selagi jalan raya masih berselimut,
pulanglah, tak seorangpun akan  tahu engkau berkunjung sedini ini.

Aku menikmati pagi sehabis subuh,hanya diberanda kamar, sembari hadirkan ingatan suara lembutmu,aku mengingatnya bagai alunan musik bambu,
menenangkan.

Aku memasang headset
menyetel sheila,
kafilah melankolis favoritku,
Sebagai alasan Pengantar teh hangat ke kerongkonganku,
Seraya duta melantungkan
sephia,
Aku bersama Pagi semenjak ia mulai bercerita.
Menenangkan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar