"Pagi yang terlalu malam"
hanya serupa pelamun langit, tiap sore mengitari setapak menggeledah tempat tuk bertemu senja,
mencari wadah menyandarkan punggungku dari rutinitas keseharian,aku suka menatap lembayung jingga yang menghiasi tudung perahu nelayan,ibarat mahkota berhias berlian.
Waktu tepat untuk menyendiri, turut merunungkan bias pembatas,melupakan tumpukan kertas, ataupun tumpahan tinta di kemeja putihku,
Aku menikmati menatapnya dari hilir jalan raya,duduk serong di atas sadel,menghirup udara sebelum ia sempat ke lautan.
Harapanku dik,
engkau menggenggam lenganku,menyaksikan senja turun perlahan,meski cuma sedetik,hanya ingin memandangi mata sipit piluhMu,
di latar senja sore ini,
Aku tetap pelamun langit meski dulu kau adalah awan yang memulai hujan di mataku.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Rabu, 07 September 2016
Lembayung bait 2
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar