aku rinai yang menatapmu dari ventilasi malam
Memelukmu ibarat kabut
Menidurkanmu bersama bias penyesalan.
aku suka mengingat sipitmu meski itu duka yang membuatku terisak hujan,
Niscaya membuatmu tertidur saat mendengar deras rintiknya.
aku terjemahkan tiap butir gerimis,mengingatkanku
derita payung yang kau buka tutup sesuka hatimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar