Minggu, 11 September 2016

Septa ramai



Puisiku kemarau di awal september
kalimatnya gersang kekurangan curah hujan,
Tiap Kata kepanasan,hingga keringat bertinta merah bercucuran.
melukai bulan kelahiranku.

para penikmat nyala kedip lentera, duduk melingkar di tengah kawanan,mereka menggilir kopi pahit,aku memesan secangkir teh jasmin,plano pelayan menyisihkan musik melankolis kegemaranku,
gertak syairnya

"Kau harus bisa berlapang dada"
" Karena semua tak lagi sama"


kau tahu sayang ?
banyak gelak berhamburan bagai susunan rasi bintang.
Terima kasih ,Sejenak mampu melupakan patah hati,  yang membuatku berpantomin di antara bayang ramai.

Langit,
buih Teh jasmin
Malam yang sempurna.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar