Kini langit tak bergincu jingga,
Kembali senyap,situasi gelap seketika.
Semalaman demi notifikasi ret-tweet jemariMu, Aku rela menanggahkan adukan jasmin menggantinya dengan kardus berisi gantungan kunci berbentuk palu,
Yang turut aku pandangi hingga rintik air mata menambah asin teh di cawanku,
Kini akunMu Telah berbentuk gembok sebagai tanda privasi penyambung terima kasih.
Apakah salah.?
berharap kepulangan asap ke tempatnya berkobar,
engKau malah mengibasnya menjauh dari arah angin.
setia memandangi senja dalam bingkai jendela, MencintaiMu diam-diam,walaupun sekarang kau serupa dulu
hilang tanpa kabar
Buatmu, tulisanku sebagai pemberat mata,penuntun memeluk guling.
mata sipit yang salah,
puisiku adalah selimut yang menidurkanMu bersama rasa bersalah.
Berbahagialah.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Selasa, 30 Agustus 2016
Selagi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar