Hai ?
Masih ada jejak tanganku di seberang jendelamu ?,
menjelma tetesan embun,sebagai bukti akulah lelaki subuh yang setia memandangimu terlelap memeluk guling.
Aku juga ibarat puisi yang Menyelinap diantara buku exact di meja samping tempat tidurmu,
Sesekali aku juga menjelma kecoak, turut membuatmu merasa jijik.
Setiba senja, aku laksana dermaga
menanti kepulangan pupil sipitmu dengan iring-iringan parade paling puitis.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Sabtu, 24 September 2016
juru Langit subuh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar