Selasa, 06 September 2016

07.32

Apa kabarMu lembayung ?
Bagaimana rutinitasMu?
daun mataMu masih sipit?,
Di mana diriMu yang kemarin?

Hanya kalimat tanya sederhana yang terngiang di benakku bagai suara diengsel pintu

Aku meminta maaf tentang fotoMu,  yang diam-diam aku selipkan di antara tumpukan kertas kerjaanKu,
Bertindak sebagai penyejuk ruangan di meja kerja.

satu lagi, Mengenai rintik pagi ini,  ia mengatakan hujan adalah kekasih buat para penyair ,mengingatkan luka atau malah meneduhkan lara.
Ah cinta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar