Apa kabarMu lembayung ?
Bagaimana rutinitasMu?
daun mataMu masih sipit?,
Di mana diriMu yang kemarin?
Hanya kalimat tanya sederhana yang terngiang di benakku bagai suara diengsel pintu
Aku meminta maaf tentang fotoMu, yang diam-diam aku selipkan di antara tumpukan kertas kerjaanKu,
Bertindak sebagai penyejuk ruangan di meja kerja.
satu lagi, Mengenai rintik pagi ini, ia mengatakan hujan adalah kekasih buat para penyair ,mengingatkan luka atau malah meneduhkan lara.
Ah cinta.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Selasa, 06 September 2016
07.32
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar