Bisa-bisanya Aku menatapmu lebih lama dari biasanya,
Melihat pipimu (kini) setengah bulat memperhatikan
Jam tangan yang kau sematkan di lengan sebelah kanan,membuat tangan kirimu lengang tanpa aksesoris, aku juga menyukai menggunakan arloji di sebelah kanan kok, menandakan kita adalah kaum kidal yang menghargai waktu.
Di suasana liburan seperti ini aku biasanya berjalan ke arah selatan.
"rasa kehilangan
hanya akan ada
jika kau pernah merasa memilikinya
pernahkah kau mengira
kalau dia kan sirna walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa"
aku Terbawa suasana lagu letto yang terdengar lewat earphone, mengiringi hati tuk menikmati ketabahan.
bisa-bisanya aku tak menghiraukan pemandang sawah di semilir jalan juga kemudi mobil yang ku genggam,
Aku menolak lambaian pepohonan yang seakan mengajak mataku tuk melihat dedaunan yang sedang menggesek biola menghiburku.
Aku memilih menatapmu dari layar ponsel, disaat jalanan sedang macet.
tenanglah aku tak akan menghubungimu
Satu fakta dari kepasrahanku mencintaimu diam-diam.
(Saya tulis di rest area ketika perjalanan ke tebing appalarang kota panrita, tempat yang kau ingin kunjungi ,
langit bermain layang-layang )
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Sabtu, 29 April 2017
Vakansi bait 2
Rabu, 26 April 2017
Tauliyah bait 4
aku tlah berjanji tuk tetap menjaga salah satu pemberianmu, entah mengapa ketika melihat benda itu aku selalu merasa nyaman,teduh ibarat bersandar di sebuah pohon beringin,
tersenyum sendiri melihatnya ,jujur aku pernah berniat tuk memindahkanya ke lautan,memasukkannya dalam sebuah botol kaca melemparnya sekuat tenaga, aku berharap kau yang menerimanya di seberang pulau ketika berjalan di tepi pantai menggandeng sosok lelaki pilihanmu,
Di rumah senja petang kemarin, aku ingin melepas semua ingatanku, memberikannya pada laut yang menghempas
Setibanya di bibir lautan, aku duduk kaku memandangi langit sebelum senja, tiba-tiba angin pasang menggelitik telingaku, seakan ada pesan yang ingat ia sampaikan, aku terdiam menatap layar perahu nelayan yang sedang bersandar. Aku mengingat semua rasa sakitku, kali ini aku sangat yakin tuk melepasmu, tak ingin mengingatmu lagi,
tetapi apakah aku seyakin itu
Apakah aku mampu,
aku hanya egois pada diriku,
aku tak bisa memilikimu makanya aku ingin melepasmu,itu adalah pikiran ternormalku saat ini.
Ahh bukan diriku kalau seperti ini,gumamku dalam hati, baiklah aku masih memikirkannya aku masih sayang padanya.sudahlah aku kan menyimpan gantungan kunci itu sampai waktu merebutnya dariku.
Akupun pergi sebelum sempat menyaksikan lembayung senja,
aku kembali mengayuh sepeda,
Gantungan kunci itu masih menggelantung di tas punggungku setidaknya di pikiranku kau yang memelukku,bukan gantungan kunci pemberianmu.
Dan.
aku tak tahu kabarmu sekarang,
Meskipun kau tak pernah mengenalku dan tak ingin tahu apa-apa tentang keberadaanku ,AKu kan selalu menanyakan kabarmu pada langit, apa kau baik-baik saja?
Meski ada-ada saja awan yang menghalau langit dari pandanganku,
Langit terlalu baik padaku, dia selalu tahu apa yang ku butuhkan, seperti malam ini setelah bergelut dengan tumpukan referensi aku selalu meminta langit tuk merevisinya, bagiku langit adalah dosen pembimbing terbaik ia selalu memyuapi saran yang baik, katanya tesisku buruk karena tak ada bab yang menjelaskan kerangka konsep patah hati,
Hmm menurutku kali ini langit yang salah, tetapi aku tak ingin berdebat, setelah beberapa menit kami saling bertukar canda, aku berkeluh dan mengutarakan kesimpulan pada langit bahwa aku ingin melupakan rasa sakit akan mencintai diam-diam,kali ini aku kan menggunakan otak kubus akademik,
aku tak ingin Memikirkan cinta dan sebagainya. Tetapi langit selalu menghidangkan secangkir teh hangat di teras rumah, dia memberikanku jawaban yang semestinya aku tlah ketahui.
Langit berucap Aku tak bisa melupakannya
aku tak sanggup jatuh hati pada pelangi,aku hanya mengharapkan aurora yang tak pernah mengharapkanku.
Langit selalu punya sudut pandang berbeda ia selalu melihat dari sisi terjauh,
sangat Jauh hingga tak ada satu manusiapun yang tahu.
"ahh ada apa denganku".
Satu Bentakan pada langit.
"Tolong ! beri aku jawaban seperti biasanya?".
Dalam keheningan setelah memperbaiki cara duduknya langit berucap
"Kau selalu mengingatnya
Kau ingin melupakannya,
Kaupun pantas bahagia
Kau ingin bersamanya."
Sabtu, 22 April 2017
Tauliyah bait 3
Di seperempat malam
rembulan tidur menyamping
Awan menerangi dirinya
Penaku meredup menyala
Di seperempat waktu
Perempuan rambut sebahu
Beraroma kuah rinjani
Mata selembut daun cengkeh
Kau mengelus dadaku
Di seperempat pagi
Awan bergeser ke seberang
Di satu kamar,kau masih lelap
Menyembunyikan detak jantungku,
Di tempat biasa memeluk guling
Di seperempat ingatan
Getar resonan matamu
bertingkah lugu minimalis
Bergerak melintang
Sekali lagi,
kau mengoyak napasku
Wish I could be there with you,
I' feeling lost.
Kamis, 20 April 2017
Jus wortel bait 10
"Menghilang seperti dulu
tetapi dengan rasa berbeda"
meskipun kita tak (mungkin) memiliki kesamaan
Tetapi kita sepekat dengan kicauanmu,
aku (selamanya) mengharapkan sapamu di awal April terulang ,
Ketika kau tiba-tiba datang di iringi petikan akustik 'float'
"Akan ku karang cerita"
harapanku pada bintang jatuh yang terkabulkan,
ahh aku terharu tik.
"Hentakan apa ini, apakah ia benar-benar datang"
sahut jemariku gemetaran .
iye,kau tak hanya datang,malah kamu membawa bingkisan berisi hati yang utuh ,Padahal aku tlah belajar tentang konsep
"bahagia meski tak harus bersama"
Tak terduga
kau menyapa lebih dulu,kau membuatku sulam terpukau,
jikalau hanya kasihan tak mungkin kau datang seperti ini, banyak cara agar kedatanganmu tak terlihat elegan,
mungkinkah kau jatuh.. .
Ahh ., sudahlah aku takut semua rasaku mengulang, bagai reruntuhan gedung yang menerpa seekor anak kucing.
"Mengagumi seseorang yang mengagumimu"
kicauanmu berikutnya.
Aku ingin mengutarakan tekanan darahku ketika memandangimu bagai roller coster perlahan naik lalu turun dengan cepat ,adrenalin ku terpacu, aku berteriak menyebut namamu.
buatmu, aku seperti kereta yang menarik masa lalu dengan puisi-puisiku,
benar, itu sebabnya kau datang untuk mengutarakan rasa bersalahmu,
kau membuatku takjub dengan kejujuran
Bagaimana Kamu melewati hari dengan riang,
berangkatlah berjalan kaki, utarakan sosok ikan kerdil yang menjadi santapan favoritmu.
Aku takjub kau masih mengingatku,
Aku takjub kamu menyebut awalan nama dan aku menjawabnya,
Aku takjub dapat menyebut namamu,dan kau mendengarnya.
Rabu, 19 April 2017
Malam raksa bait 2
seperti biasa aku memesan secangkir teh hangat
bukan cuma buku
Kali ini Pandanganku tertuju
pada rintik yang jatuh
"aku selalu mengingatmu
meski kau mencintaiku terlalu sebentar."
Aku memperhatikan air mulai berkemah di atas kap mobil membasahi tiang penyangga bohlam,
Rintik kelihatan berwarna jingga emas terkena sorot cahaya
Nampak pula rombongan vespa berjejer di 'park' kafe, menurutku mereka tak pernah menghiraukan hujan
"tidak membenci atau menyukai hanya tak menghiraukan"
para vespa Membunyikan klakson tanda pamit undur diri,
suar knalpot mereka memecah jalan raya nan sunyi
"Di ambang malam
Jejak di genangan
Hujan deras "
Rinduku mulai tak terkendali mengalir bagai bah air hujan,
jatuh dari langit dengan
keindahan setara.
Minggu, 16 April 2017
Taulyah bait 2
Malam direnung sipu
Gerimis dikalung hati
Aku sanggup mencintaimu
Kelak aku tahu diri
kain jemuran ditampar hujan
Ia basah sekuyupnya
Ia menangis terseduh
mengapa Ia dilupakan
Ia di sia-siakan
Aku bisa lenyap
Seperti kunang-kunang
Tetapi kerlap-kerlipku
Terlalu indah tuk kau sia-siakan.
"tonight No going back, Nothing seems right Stuck in the past"
Sengereng
Riwettu siduppa matataengka sEengereng tampuredde’i ukka timukumataEsso riile'
matammupalluwai lorongenna sEngerekkunannEnnEna mancaji warapaccoloi tEkkEna uddanikkutetti picakiwi buku' arokuiyafura mattekkewe nataro sino-sino enrengnge,
aranggaselangaga natattimpa”na atikkusellu’ni muttama werung angin manyamengnge.
‘Asmara’ versi Bahasa Bugis
(Bercerita tentang cara lelaki bugis mengutarakan haru kerinduan)
Jumat, 14 April 2017
Vakansi
"Selamat pagi untuk kamu yang sedang bepergian
Semoga ingatan tentangku tetap mengiringimu bagai pepohonan rimbun di pesisir jalan "
Aku tlah berjanji tuk membangunkanmu sebelum kau terlelap,mengingatkan pesawat kita berangkat pagi sekali,
Aku memberitahumu kita akan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta listrik.
" kamu menyukai deruh kereta
Seperti aku menyukai kirana"
Aku tak pernah liburan menggunakan kereta tetapi aku percaya kok Pemandangan dari luar kereta jauh lebih 'sejuk' dibanding suasana di kaca pesawat,
Aku ingin kamu menyukai melihat langit ketimbang pesawahan,
Menurutku walau langit tak mampu di gapai tetapi lebih mudah di renungi seperti lukisan melankolis di dinding kafe.
"Rel kereta nampak tersenyum walau lokomotif selalu menampakkan muka asam"
Aku pernah mengatakan bahwa kita selalu bepergian, meski tak ada bukti sobekan tiket bekas perjalanan,
Aku (harus) siuman dari anganku ,
berdua
bersua,
menikmati pesta minum teh
di stasiun.
"kamu mengakui kita
berada di dalam satu kereta,
meski dengan tujuan berbeda "
Senin, 10 April 2017
Dealova dengma dan ombak bait 2
"Jatuh hati,katakan !
Merindui,ungkapkan !
Cinta memang kata sederhana
Tetapi tidak se-sederhana itu "
Akhir-akhir ini dengma keseringan menatap ombak,dia seakan lupa genting rumah tempatnya biasa meminum teh merasakan manis tanpa pengandaian.
menurutnya ada suasana baru ketika ia mengunjungi tanggul menggunakan "fixie",
Benar, ia selalu bersepeda ketepian senja tuk bercengkrama dengan petang,
menyaksikan keringat nelayan menarik kail jala laba-laba.
ia membayangkan hebatnya para perahu yang mampu menekuk Sikut lautan.
jika di ibaratkan biota laut Dengma tipekal makhluk penyendiri bak anemon layu ditengah ikan-ikan nemo.
Ia mulai terbiasa dengan suara 'iye' wanitanya,
Dengma juga membiasakan indra pendengarannya mendengar ombak membawa gemuruh ketidakpastian.
"Senja melamun
Ombak menggulung
Buih pecah
Pasir terhanyut"
Dengma mematung mengayunkan kaki seakan mengikuti jejak kepiting
"Apa ada kebahagiaan setelah ombak pergi"
ia (kembali) membayangkan wanita yang gemar bepergian menggunakan kereta,
Benar,Si rambut sebahu yang membuatnya patah hati sekaligus jatuh cinta
"Datanglah dan tepuk pundakku" gumam dengma dalam hati,
"Bukannya kau ingin memelukku ?"
Jumat, 07 April 2017
Cry bait 2
"Tetaplah riang dan cerewet seperti biasanya,
Aku ingin memperhatikanmu diam-diam, seperti biasanya"
kelinci putih diantara rumput dan terowong bunga meloncat kecil bagai pasang surut ombak dipadang daun,
Aku keasyikan memperhatikanmu
Tak tahu bahwa kau tiba-tiba ada hadapanku,
matamu memandangku penuh rasa kasihan bagai kereta kerajaan menatap pengemis jalanan,
"Aku tak sudih rasa kasihanmu,
Aku lelah berempati,
Kenapa?
apakah kamu bahagia?
Apakah ada manusia hina yang mengenangmu seperti saya ?
Hei?
kamu tahu rasanya jika cinta sejati dan cinta pertama datang diwaktu yang sama ?
Apa di seberang kamu mengenal manusia yang sudih merawat luka serta memilih tak ingin bahagia?
jika jawabanmu masih
"tidak saya tahu'ki"
Aku tak butuh rasa kasihanmu!
Biarkan aku jatuh cinta seperti remaja dibalik seragam putih abu-abu,
akhirnya kelinci itu hilang dibalik reremputan batu,
Aku hanya mengeluarkan kerut melihat tingkah lucunya
aku ingin mengejarnya sekali lagi bahkan berkali-kali
Sampai ia menyebutku sebagai si "pemburu",
tenanglah Aku tak sehina itu
Cry bait 1
kau akhirnya berani menyapa menjelma menjadi bentuk fisik dari angin,
Sebelum kau datang , aku sedang menatap langit dari atap merasai suara hembusan yang membuatku sejuk serta sunyi,
"Setelah kau datang kini aku ingin bernapas dengan angin
Aku tak mau lagi menghirup udara"
Kau serupa apa saja yang hanya datang dan pergi
Kemarin aku menyebutmu ombak hanya menghempasku lalu pergi tanpa permisi,
Sekarang kau serupa angin yang datang membawa hembus kesejukan
Esok entahlah ,apakah masih ada angin yang terbawa ombak ? Atau kan berganti menjadi kaktus pantai dimusim kemarau
Aku juga pernah menyebut huruf terakhir dari namamu adalah rintik kunamai seperti sebutan hujan
"Yang datang saat aku butuhkan, pergi ketika aku masih merasa kehilangan"
Senin, 03 April 2017
dealova dengma dan ombak
Mata dengma berkaca-kaca
Muka renung tak karuan
ia berkuat menahan,
tetap saja tangisnya deras, memecah bendungan dipipinya
dengma suka bersembunyi diselasar suara yang menghempas,
ia tahu sedang jatuh cinta pada riak gelembung ombak, karena ia percaya ombak adalah hempasan paling tenang dimuka bumi
Dengma kecewa, ia berlari
menuju atap rumah tempatnya berkeluh pada malam,
dengma menatap langit dengan mata(masih) basah,bagai anak kecil memelas mainan baru pada ibunya,
tetapi saat dengma mulai meratapi pekatnya langit, malah warna biru lautan yang tecermin,
"mengapa cinta itu pergi??
Kenapa ia malu menjemputnya??"
di genting berlantai sembilan
Dengma tersadar
"ombak pergi tuk kembali
datang Jika ingin menyakiti"
Sabtu, 01 April 2017
Andai
" Langit nan indah
Aku menemukanmu
duduk berayun diantara sabit dan bintang,Kau nampak asyik bermain ayunan "
Andai mengundurkan waktu semudah memutar balik tombol "timer" di mesin cuci,
Maka aku ingin Mengembalikan masa dimana kita berbincang tanpa ada kepurapuraan.
andai aku mampu mengembalikan suasana ini kembali ke masa saat kita masih berupa ranting polos yang saling jatuh cinta, tanpa memikirkan dedaunan kering dimusim kemarau abu-abu.
aku mengutip pesan yang kau sematkan
"ini bukan waktunya lagi tuk berandai-andai,
Aku adalah kekecewaan yang tak pernah kau akui".
Bukannya kata "andai" sinonim dari mengulang waktu ?
Sungguh tuhan maha adil.