Jumat, 26 Agustus 2016

125 ke arah barat

Apa gunanya detik jam di lengan sebelah kananKu bergerak cepat?
Jika sedih dan bahagia datang sangat terlambat .
125 km ke arah barat ,
Di perjalanan tadi, pupil mataku benar menengok ke arah depan,
Tetapi pikiranku menghadap ke lampu belakang seakan ia mencari  sisah-sisah air mata yang tertinggal,
jauh di tempat saat pertama kali asap motorku bersuara,memecah subuh  turut mengembalikan  angin malam ke lautan berganti hawa sejuk ranting pepohonan,
Lihatlah,aku menyukai perjalananKu kali ini.
Sewaktu tiba di kota sebelah,
Tersebar kabar,ada sesosok lelaki terbunuh,
bukan lantaran  kopi sianida,
tetapi terkapar akibat tegukan teh berlarutkan air mata,
engKau pelakunya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar