Tirai redup bercorak bintang,
Pawana kecil berlalu lalang,
Ia berbisik, pula menyiapkan telinga
Di tantangnya aku bercerita senja
Alkisah keindahan petang berwarna jingga telah ku dendangkan,
tetapi ia Hanya menekuk muka kusam segalak ayunan kapak
Pawana terbitkan pesanKu,
kemudian Sangkut di jendela kamarnya.
Pawana - pawana
Aku rindu aroma rambutnya
Pawana-pawana
Senandungkan kisah bijaksanaKu
Pawana-pawana
Pundakku tetaplah miliknya.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Senin, 08 Agustus 2016
Pawana
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar