Aku bermimpi mata itu menyambutku sebelum pagi,
Karena, pupil sipitMu selalu membacakanku
larik-larik puisi sebelum embun,
tahun- tahun yang silam, kita tak pernah selaras ibarat melodi rintik hujan yang berbeda di tiap genteng,
Aku sastrawan sosial,kau saintis IPA,Aku suka menggenggam kacu pramuka, engkau sibuk merakit tandu PMR,
Aku berkulit langsat ,sedangkan engkau seputih bunga kapas.
letakMu di seberang kompas , sedang aku menetap di sangkar pertama kita bersua,
Lembayung ?
jua Adat menikmati waktu di penghujung minggu kita tak sama
engkau mendaki puncak mahameru, sesampainya kemudian larut dengan pasak-pasak api unggun,
Sedangkan aku lebih memilih ke perpustakaan di pertigaan jalan
bergelut dengan milyaran diksi,prosa juga novel romansa masa lalu,
cerita yang sangat berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama,
ibarat dua arus jernih yang bermuara di tepian senja sore nanti.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Sabtu, 27 Agustus 2016
Tepi senja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar