Sabtu, 27 Agustus 2016

Tepi senja



Aku  bermimpi  mata itu menyambutku sebelum pagi,
Karena, pupil sipitMu selalu membacakanku
larik-larik puisi sebelum embun,

tahun- tahun yang silam, kita tak pernah selaras ibarat melodi rintik hujan yang  berbeda di tiap genteng,
Aku sastrawan sosial,kau saintis IPA,Aku suka menggenggam kacu pramuka, engkau sibuk merakit tandu PMR,
Aku berkulit langsat ,sedangkan engkau seputih bunga kapas.
letakMu di seberang kompas , sedang aku menetap di sangkar pertama kita bersua,
Lembayung ?
jua Adat menikmati waktu di penghujung minggu  kita tak sama
  engkau mendaki puncak mahameru, sesampainya kemudian larut dengan pasak-pasak api unggun,
Sedangkan aku lebih memilih ke perpustakaan di pertigaan jalan
bergelut dengan milyaran diksi,prosa juga novel romansa masa lalu,
cerita yang sangat berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama,
ibarat dua arus  jernih yang bermuara di tepian senja sore nanti.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar