Senin, 29 Agustus 2016

Ajak aku ke prau



anak merpati mencari bulu induknya di antara bulu burung bangau, begitu pula Aku tak tahu perihal negeri prau.

TempatMu kemarin mematok  tenda, di penghujung minggu bekerja,
Kata orang, prau rumah mentari pagi  terbaik di jawa
Indahnya, melebihi Bukit seasia tenggara

Imajiku bergejolak  membayangkan sipitMu yang berlatarkan sunrise prau,
Aku berhasrat menuangkan teh hangat di cangkir genggamanMu
Menatap penuh arti menyaksikan embun sebelum ia sempat mengering,
menghilang.
Aku membacakan pujian melankolis tanpa jeda
hingga kita memandangi matahari terbit seutuhnya

Teruslah mengingatkanKu tentang prau,
Sebab kau dan bukit itu,
dua keindahan yang membuatKu menggigit bibir bawah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar