Kamis, 24 Desember 2015

Aku yakin untuk senja

aku terbangun dalam ingatan
aku tahu itu salah bersua dengan ingatan cinta masa lalu, aku jujur dengan hati dan perasaaanku, aku jujur dan tulus suka mengingatnya, tetapi bagai rintik pagi ini
begitu pelan dan rindang
ingatan itu kembali datang, tenang,
jatuh tanpa rasa ingin kembali, menyentuh tanah
lalu hilang di balik rumput
Aku yakin itu adalah isyarat
Tentang senja yang tak datang sore nanti ,
Senja kan datang meskipun itu esok hari,
Tetaplah lah setia menanti janji
Tetaplah menanti janji
Hingga janji itu menjelma menjadi ingatan yang tak akan pernah merasa mati.


Kamis, 17 Desember 2015

Selamat ulang tahun kekasihKu

Selamat ulang tahun kekasihKu,
semoga senja terbit esok hari, merangkul hujan dengan senyum indahMu
Hanya kata yang aku buatkan untukMu
Tanpa kado yang nyata, hanya sebatas janji yang aku sisipkan di hari Mu
aku tak mampu menjadi indah yang kau harapkan, sadar aku hanyalah pemimpi tanpa kisah nyata,seorang penjanji tanpa tahu kapan harus menepati.aku juga sadar aku bukanlah pangeran yang punya segalanya, aku hanya seorang pengemis yang siap menerima sisah-sisah rindu dariMu.
Tetaplah anggun
Tetaplah teduh
Tetaplah sempurna
Tetaplah bungkus fisikMu dengan hijab yang suci
Selamat ulang tahun yang ke-22
Aku tidak mampu memberikanMu apa -apa tetapi  aku akan berusaha menjadi mimpi indahmu di malam hari,aku akan lelaki yang kau doakan dalam tiap farduMu.
    UntukMu
         kekasihKu
           Nur amalia fatharani





  


Rabu, 18 November 2015

Leskasi badut

Ku lalui tatapan lampu jalan malam ini, hening tanpa suar 
satupun yang terdengar, hanya aku dan berai sinar rembulan,
aku ingat saat  kau memeluk erat fisik ini dengan dekapan kasih ,aku masih ingat  senyuman sayupmu yang aku pandang di balik spion motorku,
indah
Begitu manis ,gumamku dalam hati saat itu., 
Kita tertawa lepas,
Melihat kantong plastik yang terbawa angin.
Lalu
kau rebahkan jilbabmu di pundak kananku, kau rangkul fisik ini sambil berbisik "aku ingin bersamamu selamanya"
          .......................................

malam itu  begitu indah ,hatiku yang berbicara
Aku masih ingat warna jilbabmu !? sangat serasi dengan warna kulitmu, tetapi semua itu .. bagiku hanya cerita indah tanpa tuan,. 
Sekarang  kau lewat di hadapanku , sambil merangkul pangeran di atas mobil silvernya.
Kau tahu kan??
Kisah badut sirkus  yang melihat pasangan kekasih. Tetapi  ternyata pacarnya sendiri,. .,malahan wanita itu kegirangan .! Memeluk lelaki lain di depan badut dengan riasan serta senyuman palsu  tetapi ada  lelaki yang tersiksa batin melihat wanita yang dia punya ada di dekapan lelaki lain.
Siksa..?? 
Tidak!!
malahan Aku bangga !!
menjadi pemain utama dalam situasi cinta  dalam takdirku.


Selasa, 17 November 2015

Hijau dan pink




Aku kuat.  pelangi pun dapat aku patahkan dengan jari kelingkingku
tetapi senyumanMu menyatukan kembali pelangi itu

Aku murka , sempurna kehebatanku tetapi secercah cintaMu penenangku

Lelaki yang kuat,  kalah dengan warna pink
Lelaki hebat, lemah jika
Ada warna pink
Lelaki sempurna, tidak
Menikam warna pink

Jika
Wanita itu pink
Maka lelaki hanya lah warna hijau yang hina


Selasa, 27 Oktober 2015

RinduKu kampungku

Indahnya
daun hijau di ufuk senja
Terbaring di antara awan,  serta sejuk angin begitu manja

Indahnya
Mengayuh cerita
Bercanda ceria
 
indahnya
Bantaeng kita

Ranah tombak menancap begitu keras,tumpukan kotoran di dunia rantau
hanya kampung halaman yang membuatku senang
mengingat ribuan
cerita
suka, dan pelukan
hamparan sawah membuatku rindu untuk bermanja bersamanya ,satu kota buatku lupa akan gelisah bantaengku untuk seribu cinta .
  


Rabu, 16 September 2015

Suar

Suar suaraMu
Terdengar indah
Ketika jarak adalah penjahat
Ketika waktu tak lagi sempat 
Ketika kenangan ialah obat
     Suar  ParasMu
    Dapat kah aku sentuh?
    Di langit-langit kamarKu
    Di bawah karpetKu
   Atau mungkin di luar sana?
   Suar sentuhMu
Aku ingat
Aku
ingat!!!
Lumpur menempel di alas kakiMu
Air mataMu yang jatuh karenaKu
Aku adalah takdir di atas suarMu

aKu berdiri di depan kamarKu 
Mengetok pintu dengan harapan, kau adalah aku yang mengetok pintu kamarKu.


Festawa celebes!!!



Gerincik bumi terpecah
Sebab  Ribuan tepuk tangan
Lantai tergoyah
Di hentakkan ribuan pasang kaki
Suar-suar teriak
Hempaskan lingkar perbedaan
Tawa kembali lepas ,
jatuh di tengah heningnya sepi,
menderah pena seakan tangan tak mampu lukiskan
mimik para penonton-nya, 
Satu cerita dalam bumi celebes, hinggap sebuah panggung akan ribuan pasang mata, menanti saat kaum pejuang tawa hadir, Dengan persona dari 15 kafilah -kafilah datang dari tanah nan jauh dengan satu misi cuma ada kata "TAWA"
30 budak perantau
Memangkul ratusan cerita lucu, keresahan yang akan mereka bagi
6 pangeran dari tanah penuh mahkota juga bakal datang? 

Datang
Untuk tanah daeng
Bersama
Hadir 
Untuk hadirkan TAWA 
Satu panggung
Hilanglah kata asal dan usul
Hanya ada kata kami
Hanya ada suara kami
Ingat
Falsafah ini
"TERTAWALAH SEBELUM TERTAWA ITU DI LARANG"

 


 


Kamis, 03 September 2015

Kasih lupa

Malampun terbawa suasana
Angin lemah menepi
Lengah kah
Perasaan ini
Kasih?
menjadi pemangsa
bercumbu dengan ingatan masa lalu,ketika bahu ini masih ingat wangi rambutMu,aku tahu kasih? Hanya ilalang yang terbawa malam,
Suasana diam, tenang dalam lingkar lilin ,engkau kecup kening dengan sekali hembusan nafas
Kau lupa kasih, jeritan pena tak lagi tergores di antara huruf
Kasih? 
Kau lupa
Kita pernah ingat
Kisah-kisah cerita serta hari
Terbahak dan tersandung bersama
Engkau lupa kasih
Kita dulu sepasang keKASIH


Minggu, 23 Agustus 2015

Tak

Engkau begitu TAKjub dengan tampan hina sepertinya(kau sebut kekasih), mengekor ibaratkan anak itik,memuja bagai budak fir'aun
Engkau tak tahu wanita,kisah  cintaMu yang menjauhkan adam dari surga,cintaMu yang menyatukan rindu serta harapan.
Tetapi ?
Engkau berlutut  jatuh menyentuh lumpur kegagalan,.
Melepuh bersama cinta yang telah membusuk
Kasihan buatMU wanita
Air mata kembali bersujud dari rona pipiMU karena satu belatung yang kau sebut itu"kekasih"
kasihan buatMU wanita


Selasa, 18 Agustus 2015

Bunga

KAu kah itu?
Wanita dari rumah panggung
Menengok dari jendela kayu
Kerudung batik tanpa riasan
Menolak tangan di atas landai
  Kau kah itu?
  Bermandikan sunyi kunang-kunang
  Tersenyum  sipuh memecah senja
  Ku telan ludah  menatap parasMu
  Ku gigit lidah melihat senyumMu
Kau kah itu!!
Debu enggan menyentuh tubuhMu
Angin beriring mengecup keningMu  
bunga
Pandanglah 
Daun menatapMu
TersenyumLah
Bunga
Daun memujaMu


 


Rabu, 12 Agustus 2015

Pundak purnama

Lelaki dari pundak purnama
Tergelantung terbawa angin
Jika rumput bisa hidup di awan
maka hujan jatuh dari bawah
  Suil-suil kecapi bertabuh indah bersama air mata pedih
larut nan terik piluh kecut keringatKu  
batik kusut dan sarung putih terbawah bersamaKu
menari - nari di atas purnama, tertawa lepas tanpa ada masa lalu masa depan (lagi) 
Aku tertawa, riang ,tepuk biar awan tertawa melihatKu,
Tangis derita melihat pundakKu penuh mimpi tanpa buih
Kecapi terus mendesah
Aku dan purnama
Tanpa ada cinta
Aku mampu bahagia
Sendiri di atas purnama
Tak harus luka karena manusia


Rabu, 05 Agustus 2015

Puteri malu


Awan pijar sebagai pelindung kerudungMu  ,semut hitam pelindung tapakMu
Tersipuh manis nan manja
Engkau tatap daku dari pilar pagoda cinta
Gelombang rindu teruntai
Ku petik daun kering  simpul dengan harapan
Langkah penuh langkah ku jajarkan wajahku dengan paras indahMu
Ku genggam engkau tetapi masih saja tertunduk bagai puteri malu.


Selasa, 04 Agustus 2015

Trilog Sebi

Sambut pagi dengan kenangan tanpa tuan, aku ingat saat semua angan menyatu ibarat pantai  dan senja
  Mampukah engkau beranjak dari kamar sepi tanpa sebercah janji, terkekang bisu dengan tangan orang lain? 
Terlunta raga mengingat parasMu yang dulu adalah punyaKu, ibarat sebelah sepatu ,tak berarti tanpa sepatu kanan yang engkau lempar ke dasar lembah kenangan.
Engkau lupa bahwa luka tetap menyatu dengan iringan rintik hujan
Biarlah daku beranjak penuh penyesalan.


Kamis, 30 Juli 2015

Fluktuasi


Ketika arti sebuah kenangan
Saat waktu tertulis indah
Senyum tertuang begitu rapuh  
    Tertawa   begitu kau ungkap
    Menangis begitu kau lenyap
    Murka begitu kau senyap
Hati  berfikir
Fisik bercermin 
Tersesat dalam labirin
       Hanya sampah benalu
       Kau hina tanpa malu
       Sang pendusta masa lalu  
Tampar
Lempar
Gemeruh petir menyambar

Ini bukanlah pujian
Hanya kata hinaan
Buat barisan para mantan
  
 
  
 
  
 


Senin, 27 Juli 2015

lunta


tetap terlunta tanpa lupa
sekejap cerita datang menyapa entah mengapa  jiwa tetap  terasa hampa
Tampar aku dengan luka
Ludahi aku dengan cinta
Gema tawa kau berikan di atas amarah 
kau tetap saja menghina
tanpa Ada rasa belasungkawa
Hina
Lunta
Dan luka
Hingga saatnya terbitlah senja


Jumat, 24 Juli 2015

Kepingan putih

Kepingan kertas kosong terurai bagai sang kunang terbang  indah
 terbenam kasih di dasar gelisah
coretan rindu tergores penuh nanah
singkat kata harus berpisah
Setidaknya kita berbagi cerita
Setidaknya kita pernah tertawa
Sekedar masa lalu yang terbawa pelukan masa kita bersama


Selasa, 14 Juli 2015

Hiperbola

Ketika siang membasuh bumi dengan teriknya,parasMu tetap anggun menoleh ke arahKu,
Ketika ilalang terbakar oleh rayuan teriknya sang siang, parasMu bagai angin sejuk di tepi pantai
Ketika hidup menusukKu dengan belati, parasMu bagai tameng menolongku dengan do'a.


Kamis, 09 Juli 2015

Lentik

"Harta akan kalah dengan orang setia tetapi setia belum tentu itu cinta bisa saja dia cinta karena harta"
Dekap janji  dengan kecupan kisah
Kita hanya masa lalu
Kau dan aku  ibarat musuh
Tetap terluka dengan janji yang teguh
Hingga chupid memanah orang (yang) salah


Rabu, 08 Juli 2015

Karpalansi

  Ketika laut membasahi pasir,
pantai tidak akan pernah tahu dari mana air itu berasal, meskipun gemuruh ombak menerjang begitu keras, pantai akan tetap tenang menerima hempasannya .
apakah pantai cemburu dengan masa lalu air yang telah mengusik banyak pasir  di dunia?
Apakah air laut akan memilih pantai mana yang akan dia hempas dengan gemuruh ombak ? 
Jawaban karang untuk pasir
"Masa lalu cukup di ketahui tetapi bukan untuk di cemburui".


Selasa, 07 Juli 2015

Tanya wanitamu

Ketika seorang wanita menjadi mantan lelaki lain apakah kau percaya bahwa dia adalah wanita bekas? 
Apakah wanita yang telah mencium lelaki lain selain kamu ,adalah wanita murahan?
Apakah wanita yang telah pacaran lebih dari 5 kali adalah wanita baik-baik?
Apakah wanita yang kau genggam saat ini adalah wanita yang mampu menjaga dirinya demi suaminya di masa depan?
Apakah wanita yang berkerudung adalah wanita yang menutup aurat atau hanya mengikuti gaya hidup?


Sabtu, 04 Juli 2015

Wantaswara

maka terbitlah senja,  lalu berkata harta adalah segalanya,tetapi membahagiakan tulang rusuk bukan dengan harta tetapi dengan cinta


Kamis, 02 Juli 2015

Gema menatap mata



Dari kerudungMu  tumpah ruah alunan syair - syair pujian,kicauan pipit mendayu memecah teriknya purnama malam itu
aku hanya mampu melihatmu dari balik pohon
aku hanya mampu menatap mataMu jika kau menoleh ke arah tanah  bagai pengemis yang meminta bulan
itu karena ada bahu  lelaki lain yang kau tangisi .tetapi kau fikir aku menyerah??
iyah aku menyerah untuk menyerah pada cinta orang lain.


Selasa, 30 Juni 2015

Penta !

Berikan  aku sebuah pena untaian semesta di setiap butiran tinta ,entah mengapa aku tak mampu berbicara hanyalah rangkaian kata  untuk katakan "CINTA"

Lembar demi lembar hingga kertas berbuah kata "SUKA"


Senin, 29 Juni 2015

Guyuh



ombak hilir berganti mengayuh pasir, bagai penyu putih terduyung -duyung di atas pelur air, gesekan ekor menulis nama mu tertuang hamparan rindu datang menyapaku


Sabtu, 27 Juni 2015

Pujian Deslamtis

Destinasi sebuah impian
Alam indah berjuta kebaikan
Eksotisme  yang tak  terlupakan
Bantaeng tak tergantikan


Defonifasi

Kembali kau hadirkan senyum menggugah  pena untuk menarik secuil kata, gemulai kerudung Mu   menari di tengah teriknya matahari seakan mengajakku untuk tetap menjadi pengagumMu. Terima kasih tuhan kau ciptakan bola mata, aku dapat memandang tulang rusuk yang begitu indah.


Kamis, 25 Juni 2015

aRang embun terluka pagi

Ketika bintang menarik gelapnya awan, terhempas dalam sebuah cerita,satu nafas panjang hanya nama mu terlintas dengan kata cinta.
Helai demi helai petik embun, duduk di persimpangan hanyalah rindu titik pembeda.


Selasa, 23 Juni 2015

Gores

Aku tahu malam itu kenyang akan gelap,siang penuh rasa terang serta senja ada di antara keduanya.
Ibaratkan aku penuh dengan kejelekan, kamu adalah arti kebaikan ,serta sayang di antara  sisinya.
Senja dan sayang memetik arti dari gelap siang nya kehidupan.


Senin, 22 Juni 2015

Bangku taman

Aku bagaikan bangku taman,hanya mampu menanti dengan damai,terpesona dalam ingatan,terkekang oleh rasa kaku.
   Jatuh dengan pelan daun-daun kering itu menggertak penuh Rindu,merpati putih menatapku dari dahan pohon berwarna jingga , bagai senyum tulusmu membasuh lelah,wanita berkerung nikmat sangat wajahmu,lemah mendayu akhir cerita duduk di bangku taman.


Jumat, 19 Juni 2015

sang Langit jingga

Aku dari genangan daun
Menerjang piluh kekarnya tanah
Tertumpuk bagai kain usang
  Tak mampu untuk menerjang
      Lambaian sejarah
      Hamparan gemulai awan
     Aku hanya sang angin
     Membawa sejuk kenyataan   Terbang 
Bawakan Impian
Tumpah ruah di pundakmu
Buat aku mampu Menatap langit
   Tetaplah tunduk bagai padi
   Berlari membawa harapan
    iring -iring Gemuruh merpati
    Langit jingga buttoa toa

      


Rabu, 17 Juni 2015

Gema ramadhan

Ramadhan  datang, gema muballiq mengisi malam penuh bintang, ramadhan rindu  terbalaskan dengan sujud nikmat.
Takbir silih berganti, bulan berkah tanpa dosa, hingga niat magribku untukmu aku berbuka. *barakallah*


Senin, 15 Juni 2015

Embun bantaeng

Embun menusuk pagi
Terbuai keindahan subuh
Tanah berjuta pujian
Tanah tua bantaeng 
    Pantai seribu ombak
    Jiwa seakan tertombak
    Dengan kisas di tanahku
    Destinasi indah bantaeng
Hawa alunan dedaunan
Kembali tertuang ingatan
Angin bukit menerjang rindu
Terbuai cinta di tanah bantaeng
Bergerak tanpa angka
Tumpah gembira
Hilangkan angkara
Satu cerita butta toa


Minggu, 14 Juni 2015

Fluktuasi hiruk

Senja mengapa kau datang  begitu cepat,aku tidak ingin kembali ke rutinitas kerinduanku lagi, aku hanya mampu berharap sambil menatap mimpi di keningmu. Jika betul kasih adalah mimpi ku, datanglah dengan alunan sinonim cinta,tetapi jika itu hanya khayalan, biarkan aku bermimpi.


Fluktuasi tanda

hamparan sawah
membuat sebuah simphoni
bagai lelaki menatap matahari
tertikam bisu tanpa arti
    kelak lelaki pasti akan sendiri
    ku awali  satu tarikan nafas
    Ku akhiri  tanda setia selamanya


Jumat, 12 Juni 2015

Tetaplah di sana

Matahari turut ke tengah siang, kembali membelah bumi dengan mimpi, aku kembali terbuai dengan wanita di ujung pelangi  tersenyum sipuh sambil menikmati buku.
alangkah nikmatnya rasa kagum ini terbuai aku dalam alunan cinta dalam sunyi.
Takdirlah yang membuat kau tetap di sana, membuatku melupakan semua kegagalanku tetaplah di sana tetaplah diam dalam impianku.


Senin, 08 Juni 2015

Awan

Bergerak berlahan tanpa cerita
Rindu memanaskan semua cinta
Tertusuk jiwa dengan dusta
Menepuk dada dengan bangga
   Awan pun menangis
   LAngit pun mengemis
     Lupa dengan rasa kecewa
     Tertawa dengan rasa bangga
Pergi adalah restu takdir
Peluk ingatanMu
Mati di dekatMu
Hidup jauh dariMu


Jumat, 05 Juni 2015

Renung malam

Langit malam kembali nampak
Hitam berbintik putih
Suara angin terdengar nikmat
Suara jangkrik mengusik sunyi
     Masih terurai rindu denganmu
     Jiwa Membisik kenangan
      Suara kisah itu kembali terulang
      Cerita kembali muncul di benak
Aku lah lelaki tanpa arti
Menusuk rindu dengan kejamnya
Tanpa tameng kecewa
Luka tetap membara
Hingga waktu membuatku lupa


Senin, 01 Juni 2015

Entahlah ?

Jiwa mulai terbangun seuntai tali kehidupan kembali terlentang di hadapanKU, tetapi mengapa hanya cinta yang  ada di benakKU,Apa kah ini semacam sugesti atau kah telepati ?, atau kah ini hanya  rindu yang semakin jauh ?, entah lah AKU hanya mampu berterima kasih dari nikmatnya cinta yang engkau buat.


Minggu, 31 Mei 2015

Jus wortel

Aku ingat saat kita tertawa bersama,bersimpuh langit dan genangan daun, aku tak tahu arti cinta sebenarnya yang aku tahu cuma senyuman takdir yang menyatukan dua jiwa yang saling bertentangan.senja ibaratkan sinopsis yang membuatnya terulang,jus wortel yang engkau genggam saat itu serasih dengan mata sipitmu. Simpul kupu -kupu di kerudung itu membuatku seakan terbang menyentuh awan.tetaplah di sampingku tetaplah bersamaku.


Kamis, 28 Mei 2015

Masih.

Masih menginjak bumi
Hujan jatuh  dengan jernih
Air sungai mengalir tanpa henti
Imbalan kaki masih mampu berlari
   Masih menginjak tanah
   Kaki berlumpur dan bernanah
   Mental dan fisik terus berdarah
   Balasan para kaum durjana
Masih melihat awan
Terbuai sebuah impian
Terbang penuh khayalan
kisas  dari tatapan kawan

  
   


Selasa, 26 Mei 2015

Sanjungan

Siang itu aku gores tinta terakhir di hadapanmu, entah mengapa hasilnya tak secantik parasmu ,aku hanya mampu mengagumi  lewat sketsa kata di atas daun kering.
jika benar kisah kita seindah habibie dan ainun,  pasti hanya kematian  yang dapat  memisahkan kita.


Minggu, 24 Mei 2015

Inflasi pujian

Masih mampu melihat senja sore ini,angin berlahan membelai kerudungmu seakan ingin membawa cerita kita untuk menyentuh langit,tetaplah di sampingku menunduk tersipuh,  tertawa menoleh ke arahku.tetaplah seperti darah, mengalir berlahan serta membuatku hidup,jika benar kau adalah tulang rusuk, halal buatmu untuk melindungi hati beserta jantung ini ,hingga saatnya nanti kau mati bersamaku.


Sabtu, 23 Mei 2015

Glukosa jiwa

Kisah kekal dengan cinta,  jiwa memang tanpa mata, tetapi mampu melihat semua dusta.


Goresan kerinduan

Tangkap suara jangkrik  tertimbun sunyi,rindu yang aku tukar dengan kasih yang tak akan pernah sampai.
air yang membatu dan tanah yang menyembah langit,Entah  jarak masalah buatmu,tetapi meskipun fisik terpisah jarak, tetapi do'a membuat jiwa kita tetap menyatu.bagai bintang yang kau lihat di sana tetapi aku melihat bintang sedang menatap dirinya di langit. : )


Jumat, 22 Mei 2015

Si sipit dan jus wortel part 6

Siang itu panas hingga angkuhmu runtuh mengelupas, aku sadar bahwa kasih itu sudah terbawa angin,tetapi entah mengapa kenangan cinta itu menguap hingga angin berbisik untuk mengulang kisah itu kembali, jiwa merintih takdir kembali tertusuk di fikiranku  kau hanya masa lalu yang aku intip dari spion kehidupan. Delima arti tapi itu kodrat yang harus kau beli,
Wahai sang perintih masa lalu..


Kamis, 21 Mei 2015

Si sipit dan jus worter part 5

Gemulai rindu mulai memakan hati entah sudah berapa detik aku tak melihatmu lagi, aku rindu wanita berkerudung yang biasa tersenyum kepadaku,  mungkin buatmu ini adalah modus, tapi buatku ini jauh melebihi kata tulus,sejak saat pertama menatap wajah itu, kudeklarasikan jiwa ini  memanggil tulang rusuk nan terbalut keindahan duniawi yang tertanam di balik kokohnya kerudungmu.


Rabu, 20 Mei 2015

Si sipit dan jus wortel part 4

Langkah penuh rasa bangga, entah mengapa kaki ini enggan berhenti, sudut sana adalah rumahku hingga siang nanti, menatap ruang kotak yang di namakan kelas, "ku lihat' mi" wanita berhijab itu pandai memikul rasa suka,entahlah mungkin di hari kelulusan nanti rasa suka ini telah terbenam lalu terbit menjadi rasa cinta,atau kah aku harus memandam dawai cinta ini ,jika dia diam ku pastikan dia milikku.


Senin, 18 Mei 2015

Si sipit dan jus wortel part 3

Landai gemilau senyum manis tersipuh, aku teringat kepada calon ibu dari anakku nantinya gelut hati untuk siap menegurnya., ku sapa dengan alunan suara asalku "pagi makin manis'ki ku lihat",dia tersipuh dan menundukkan matanya, kulit putih dan dedaunan jatuh di jilbab putihnya, manusia cantik di balut ahlaq putih yg indah.,ya tuhan aku sangat menyukainya..


Sajak malam ini

Bekas luka tinggalkan sejarah
Peluk  langit mendekati tuhan
Pilar tawa  menahan amarah
Bukan derita hanya Teguran
    Lupa waktu lupa qalbu
    Tertutup buku terbanglah ilmu
   dalam sujud terlindung wudhu
    awal Tertunduk  berakhir kaku.


si sipit dan jus wortel part2

Pagi itu ku awali dengan  satu tarikan nafas hingga paru-paru ini seakan berada di  leher serta siap loncat kapan saja,dengan bermodalkan wajah yg berminyak,ku hadapi gerbang  penjara putih abu-abu itu."akhirnya aku dapat melihat merek jilbabnya lagi" gumamku dalam hati, iyah aku berpapasan dengan bidadari berhijabku lagi....