Awan pijar sebagai pelindung kerudungMu ,semut hitam pelindung tapakMu
Tersipuh manis nan manja
Engkau tatap daku dari pilar pagoda cinta
Gelombang rindu teruntai
Ku petik daun kering simpul dengan harapan
Langkah penuh langkah ku jajarkan wajahku dengan paras indahMu
Ku genggam engkau tetapi masih saja tertunduk bagai puteri malu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar