Sabtu, 25 Maret 2017

Sabtu



Langit berkoar-koar,  sinar kilat bagai garis vertikal putih dikertas horison malam,
dikamarku bohlam padam,televisi pun kini surut,
Hanya ada kipas angin bersuara mesin perahu,
Rutinitasku serupa  sabtu biasa,
kali ini, ada hujan sebagai alibi-ku,  tuk tetap 'stay' di kasur kamar,
aku selalu mencari alasan tuk  menolak berkunjung ke sasana kafe layaknya kaum pemuja sabtu kebanyakan,
aku hanya keluar rumah ketika ada yang  memanggilku menjadi badut verbal,akupun sesekali bertandang ke toko buku tuk mencuci mata dengan huruf berbingkai.

Aku selalu berimaji bisa mengajakmu menikmati teh tarik  kafe,
aku ingin berdiri di belakang microphone  membaca puisi atau  menceritakanmu 'joke' lucu.

Aku juga ingin mengajakmu berkunjung ke toko buku ,aku ingin mengenalkanmu pada tumpukan prosa novel romansa.

Setelah itu,aku-kan mengantarmu pulang dengan vespa,
disepanjang jalan kita bercerita, tertawa,saling ejek dan cemberut bersama,
Sesampainya di depan pagar,tak lupa aku mengecup keningmu sembari berucap "ini bukan mimpi".


Tidak ada komentar:

Posting Komentar