Selasa, 07 Maret 2017

Petang kemarin






Apa aku harus memesan(lagi) secangkir teh jasmin ?

Di altar kafe aku memilah lembar demi lembar paragraf, menyibukkan diri dengan buku,
mengistirahatkan mataku  mengeja deretan huruf,
sebab jika kau telah datang indra penglihatanku kan terus menatapmu sampai lupa bagaimana cara berkedip,
Aku tak ikut pertunjukan gelak tawa teman-temanku, aku hanya sesekali tersenyum saat mereka membahas tentang kita.
aku serius menunggumu hingga kau datang dari tangga jingga, tetapi hingga senja padam berganti menjadi eskalator kafe,

Kau tak kunjung datang
engkau tak datang(lagi),

Aku teringat animasi katak yang memegang batang daun, menjadikannya sebuah payung
Wajahnya sekuyup hujan bagai seorang lelaki yang menahan(lagi) tangis kerinduan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar