"Suasana Musim angin
senja bermain Layang- layang
Mengulur tarik benang jingga
Wanita bermata sayup itu tlah pergi".
eh,Aku dengar kau lagi dekat yah dengan lelaki dari pulau dewata ,
Sosok yang mungkin kamu kenal di gerbong kereta,
Entah.
Aku juga (pernah) melihat fotomu berdampingan dengan sosok akang dari negeri pasundan,
pigura kalian mesra bagai pelukan gula ke kue pandan.
Sssttttt!! Cuitt cuitt!! Sstttt!!!
Aku tak menghiraukan kau dekat dengan siapa, toh kita tak menjalin hubungan apa-apa( jujur aku cemburu).
Kamu juga tak pernah menganggapku ada kok,
Cuma rindu-ku saja yang kurang ajar,
Merindui wanita yang salah berkali-kali,
Hmm,
Dari dulu hingga sekarang kau tak mengakui-ku,
"Bak perihnya Luka yang kau beri perasan juruk nipis " .
kau anggap aku layaknya sebongkok debu menempel di kerudungmu kau hela tanpa perasaan,
Eh,.
kamu ingat masa sehabis magrib di teras rumah,kita pernah menghabiskan bincang tanpa suara,kita hanya menatap sandaran,
aku memberikanmu boneka plastik si avatar botak (ingatkan?)
kau girang mengatakan "wah terima kasih",
Kemudian kita berbincang layaknya sepasang merpati.
"mungkin aku hanya matahari,membuatmu kepanasan karena aku selalu melihatmu dari sisi yang kau tak ingin lihat".
Jika kamu membaca tulisan di blog ini,maka kau juga pasti tahu, siapa wanita yang saya maksud.
Perempuan muda periang,
Perempuan yang mengenakan rok abu-abu dengan warna berbeda,
Perempuan dengan lekikan tawa khasnya,
Perempuan berkerudung cerdas
Perempuan yang saya (dulu) rindukan
Perempuan saat sore selalu sibuk dengan tandu
Perempuan yang ketika duduk di ruang meja mengenakan kacamata,
Perempuan berkalimat
"segala sesuatu yang aku pernah beri jangan kau buang, maka simpanlah diatas loteng karena niatku memberi untukmu", kemudian kau pergi tanpa senyum -sapa keesokan harinya.
Sesuai pesanmu aku menyimpannya, ku tahu itu salahku tak pernah membuangnya.
Sekarang kamu jauh berbeda bukan dari sisi pipimu yang tembem atau posturmu yang makin gemuk yak ,(maaf)
tetapi dari sisi kau memaknai pengagum.
"Jujur aku merindukan kamu yang dulu ",
sekarang hingga nanti kau bukan dirimu lagi.
Aku menyukaimu sepanjang kau membiarkanku.
*saya tulis saat perjalanan menuju kota makassar, cuaca disini
rindang berangin hari sedang hujan buih air nampak di spion mobil,menulis sembari mendengarkan lagu jasmine thompson berjudul grand piano lewat headset.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Jumat, 24 Maret 2017
Jus wortel bait 8
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar