Minggu, 26 Maret 2017

Jus wortel bait 9



Bagaimana kamu melewati hari ? 
Apa ada fakta tentang aku ?

Jika jawabanmu, tidak.
maka biarkan saya mengurai cerita  yang tlah lama menggulung,
Kamu pernah memberikanku sebuah bingkisan berupa jam meja bercorak  senyuman,
Kamu pernah mengisinkanku membuka kado berisi sandal berwarna coklat,
kamu juga meminjamkanku sebuah gantungan kunci ,konon pemberian pamanmu dari kota palu,yang sangat berharga.

"Lusa berganti perih
Kemarin selalu pergi
Pulanglah layaknya merpati"


Waktu itu aku merasa keberadaanku sangat berarti, bagai tetes embun menyambut kelahiran hari,
aku bukan lagi pengagum yang malu menyapamu,kini aku layaknya seekor ayam jantan yang siap berkokok membangunkan pagi.

setelah minggu kedua,
aku perlahan tahu sebenar-benarnya,
kau memberikanku sandal sebagai pengganti sosokmu yang tak bisa lagi menemaniku tuk melangkah.
kamu memberikanku jam meja sebagai alarm pertanda
"Waktu kita telah usai"
Serta kau menyerahkan gantungan  kunci sebagai pengingat (pernah) ada wanita yang sangat aku cintai.


Sabtu, 25 Maret 2017

Sabtu



Langit berkoar-koar,  sinar kilat bagai garis vertikal putih dikertas horison malam,
dikamarku bohlam padam,televisi pun kini surut,
Hanya ada kipas angin bersuara mesin perahu,
Rutinitasku serupa  sabtu biasa,
kali ini, ada hujan sebagai alibi-ku,  tuk tetap 'stay' di kasur kamar,
aku selalu mencari alasan tuk  menolak berkunjung ke sasana kafe layaknya kaum pemuja sabtu kebanyakan,
aku hanya keluar rumah ketika ada yang  memanggilku menjadi badut verbal,akupun sesekali bertandang ke toko buku tuk mencuci mata dengan huruf berbingkai.

Aku selalu berimaji bisa mengajakmu menikmati teh tarik  kafe,
aku ingin berdiri di belakang microphone  membaca puisi atau  menceritakanmu 'joke' lucu.

Aku juga ingin mengajakmu berkunjung ke toko buku ,aku ingin mengenalkanmu pada tumpukan prosa novel romansa.

Setelah itu,aku-kan mengantarmu pulang dengan vespa,
disepanjang jalan kita bercerita, tertawa,saling ejek dan cemberut bersama,
Sesampainya di depan pagar,tak lupa aku mengecup keningmu sembari berucap "ini bukan mimpi".


Jumat, 24 Maret 2017

Jus wortel bait 8

"Suasana Musim angin
senja bermain Layang- layang
Mengulur tarik benang jingga
Wanita bermata sayup itu tlah pergi".

eh,Aku dengar kau lagi dekat yah dengan lelaki dari pulau dewata ,
Sosok yang mungkin kamu kenal di gerbong kereta,
Entah.

Aku juga (pernah) melihat fotomu berdampingan dengan sosok akang dari negeri pasundan,
pigura kalian mesra bagai pelukan gula ke kue pandan.
Sssttttt!! Cuitt cuitt!! Sstttt!!!

Aku tak menghiraukan kau dekat dengan siapa, toh kita tak menjalin hubungan apa-apa( jujur aku cemburu).
Kamu juga tak pernah menganggapku ada kok,
Cuma rindu-ku saja yang kurang ajar,
Merindui wanita yang salah berkali-kali,
Hmm,
Dari dulu hingga sekarang kau tak mengakui-ku,
"Bak perihnya Luka yang kau beri perasan juruk nipis " .

kau anggap aku layaknya sebongkok debu menempel di kerudungmu kau hela tanpa perasaan,
Eh,.
kamu ingat masa sehabis magrib di teras rumah,kita pernah menghabiskan bincang tanpa suara,kita hanya menatap sandaran,
aku memberikanmu boneka plastik si avatar botak (ingatkan?)
kau girang mengatakan "wah terima kasih",
Kemudian kita berbincang layaknya sepasang merpati.

"mungkin aku hanya matahari,membuatmu kepanasan  karena aku selalu melihatmu dari sisi yang kau tak ingin lihat".

Jika kamu membaca tulisan di blog ini,maka kau juga pasti tahu, siapa wanita yang saya maksud.

Perempuan muda periang,
Perempuan yang mengenakan rok abu-abu dengan warna berbeda,
Perempuan dengan lekikan tawa khasnya,
Perempuan berkerudung cerdas
Perempuan yang saya (dulu) rindukan
Perempuan saat sore selalu sibuk dengan tandu
Perempuan yang ketika duduk di ruang meja mengenakan kacamata,
Perempuan berkalimat
"segala sesuatu yang aku pernah beri jangan kau buang, maka simpanlah diatas loteng karena niatku memberi untukmu", kemudian kau pergi tanpa senyum -sapa keesokan harinya.

Sesuai pesanmu aku menyimpannya, ku tahu itu salahku tak pernah membuangnya.

Sekarang kamu jauh berbeda bukan dari sisi pipimu yang tembem atau posturmu yang makin gemuk yak ,(maaf)
tetapi dari sisi kau memaknai pengagum.
"Jujur aku merindukan kamu yang dulu ",
sekarang hingga nanti kau bukan dirimu lagi.

Aku menyukaimu sepanjang kau membiarkanku.

*saya tulis saat perjalanan menuju kota makassar, cuaca disini
rindang berangin hari sedang hujan buih air nampak di spion mobil,menulis sembari mendengarkan lagu jasmine thompson berjudul grand piano lewat headset.


Rabu, 22 Maret 2017

Taulyah



sekitar pukul sebelas malam
kaki ini bergerak dari dalam kamar tuk mencari cemilan favorit
melangkah melewati ruang malam,
di situlah Aku menjumpai rindu bermain petak umpet,
ia asyik bersembunyi walau tahu tak ada yang mencari,
aku usil menanyakan buat apa ia melindungi diri?

Dengan tatapan polos dia berucap
" aku kasihan pada cinta yang tidak pernah mencariku ".


Selasa, 21 Maret 2017

Abnormal



Aku ini siapa?
manusia membosankan,
Yang tak pernah melihat senja dari bukit manapun,
Menurutku jika ingin memandangi ekor langit cukup dengan membuka tirai jendela,
aku juga tak akan memikul tas ransel,alasannya sederhana buat apa kita bepergian jauh,
jika semua tempat bisa kita jelajahi lewat puisi
aku tak pernah membuat tenda berpatok awan, menurutku rumah adalah perkemahan yang lebih dari surga,
aku juga tak ingin berbau asap api unggun.

Aku ini apa? 
Manusia jinak yang sering tertidur berselimutkan sebuah buku,
Selalu menyeduh teh, 
menyantap kerupuk
menghabiskan kriuk sambil
memikirkan kehebatan rindu dari balik dinding kayu.

Aku ini apa? 
" orang aneh" ,
Manusia yang mengingat detik-detik patah hati,
Walau itu terjadi tujuh tahun yang silam.

Mengapa ?
Bukannya kita bisa berdamai, mengganggap cinta dimasa remaja sebagai bentuk pembelajaran,
tetapi bukannya belajar itu membosankan?
"Aneh" .


Rabu, 15 Maret 2017

Hei





Aku ingin mendengar kata"hei"mu sekali lagi meski tak ada kalimat "apa kabar" setelahnya,
Aku mau mendengar sekali lagi suara "iye" dengan intonasi tinggi dari hembus napasmu, 
setelah aku menyebut namamu dalam keadaan setengah senyum
Aku merindukan nyengir tawa itu, ketika kita saling bertukar kado lewat ventilasi angin,
Aku mengingat sekali lagi heningnya rindu saat kita saling membelai lewat kotak handphone,

Aku berucap menahan haus selama bertahun-tahun,
Tutur suaramu memuaskan dahagaku.

Di akhir perbincangan aku mengatakan "rasa-rasanya aku kan mimpi indah malam ini"
"Semoga",jawabmu


"Pergilah layaknya pagi yang selalu tahu cara kembali",
Balasku.


Selasa, 07 Maret 2017

Petang kemarin






Apa aku harus memesan(lagi) secangkir teh jasmin ?

Di altar kafe aku memilah lembar demi lembar paragraf, menyibukkan diri dengan buku,
mengistirahatkan mataku  mengeja deretan huruf,
sebab jika kau telah datang indra penglihatanku kan terus menatapmu sampai lupa bagaimana cara berkedip,
Aku tak ikut pertunjukan gelak tawa teman-temanku, aku hanya sesekali tersenyum saat mereka membahas tentang kita.
aku serius menunggumu hingga kau datang dari tangga jingga, tetapi hingga senja padam berganti menjadi eskalator kafe,

Kau tak kunjung datang
engkau tak datang(lagi),

Aku teringat animasi katak yang memegang batang daun, menjadikannya sebuah payung
Wajahnya sekuyup hujan bagai seorang lelaki yang menahan(lagi) tangis kerinduan.






Rabu, 01 Maret 2017

Aang dan..



di jendela aku memperhatikan,
kau berjalan melewati niur ring basket, sembari menenteng sebuah buku exact
kau gerakkan lengan kearah atas laksana tameng tuk melindungi wajahmu dari tombak kelengar matahari,
Kerudungmu pun ikut melambai
Seakan menyampaikan salam perpisahan, membuatku menatapmu terus menerus penuh rasa kesedihan,

"memang aku tak bisa memilikimu tetapi biarkan aku memperhatikanmu siang ini"

engkau anggun melangkah dengan tempo agak terburu-buru laksana seekor angsa putih berenang mencari pancuran pelangi

Aku selalu berhayal mampu beriringan ke kantin denganmu
Aku berharap menjadi buku yang selalu kau genggam,
Siang ini aku bermimpi, kita menghabiskan jeda istirahat  bersama.
    

                (*ditulis pada pukul 13
                    dituang dalam
                   lembaran akhir lks,
                   Pensil bertinta,bangku
                   Kedua dari samping
                   Pintu)