Selasa, 31 Mei 2016

04.43

Rintik kala Subuh
Langit masih lelap ketika ayam jantanku berkokok,
Suaranya bergema menyisir kamarku nan selalu gelap.
Gelap akan cercah  embun
Juga gulita tentang keramaian,
Selaku kamar, mungkin ia heran melihatku bergelut tulisan juga kertas  saat matahari belum sepenuhnya membuka mata.
Apakah aku mampu memeluk guling saat dekapanku masih milikMu
Yang aku tahu bias kali ini
MenatapKu tajam dari fentilasi.

Foto-fotoMu yang aku rawat dalam handphone masih tertidur manja,
tanpa jeda aku selalu memandangnya saat terlelap maupun terjaga,
Subuh
RinduKu masih ibaratkan buih air saat mendidih,
Subuh,
embun di lautan rumbut
Meneduhkan langit malam
Menyambut jemari matahari
menyematkan cincin bercahaya
Subuh,
saat sunyi aku menyelipkan do'a untuk ingatan bersua,selalu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar