syair Jangkrik berdendang
mengiringi malam bernyanyi
rindu datang mengelitik
Saat KITA berjalan bagai sepasang anak itik
Dik,
tanpa judul puisiKu,
Ketika garis putus-putus,
KITA menyatukanya menjadi garis horisontal
Aku mengenalMu sangat jauh
Hingga aku lupa cara kembali
Aku meminangMu tiap detik dalam lingkaran jam, namaMu sebagai porosnya, abadi sebagai cinta pertamaKu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar