Rabu, 25 Mei 2016

masih


syair Jangkrik berdendang
mengiringi malam bernyanyi
rindu datang  mengelitik
Saat KITA berjalan bagai sepasang anak itik
Dik,
tanpa judul puisiKu,
Ketika garis putus-putus,
KITA menyatukanya menjadi garis horisontal
Aku mengenalMu  sangat jauh
Hingga aku lupa cara  kembali


Aku meminangMu tiap detik dalam lingkaran jam, namaMu sebagai porosnya, abadi sebagai cinta pertamaKu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar