Minggu, 29 Mei 2016

Kolak dan pigura

Minggu di tepi tinta
Meramu baris
Tanpa spasi tanpa kata, cerita dalam kurungan pigura

hanya ingatan saat ramadhan.
Di telaga magrib ,
aku berdiri tanpa malu di teras rumahmu,
Sayup, kerudung merah juga sandal berpita bunga,
CantikMu adinda

aku hanya menggigit bibir bawahKu memandang keindahanMu.
 kau melambai
jalan pelan-pelan sambil menatapku penuh rindu
sambil menenteng kolak yang sengaja kau sisahkan untukKu.
Kita berbincang bagai sepasang kupu-kupu bermain di taman asmara.
nyata cinta di malam ramadhan
aku takjub penuh harapan
Mengingat lagi cerita 
Entah,akankah masih terulang

Hanya pigura
Gadis dalam kurungan lukisan
  daun dalam iringan awan 
Cantiknya rindu tertahan
Kemudian aku  terjang malu,
HatiKu bertanya ?
mengapa daun harus hijau
walau bunga bebas memilih warna
Mengapa  aku harus malu ?
Karena cantikMu membuatku lupa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar