Selamat tik,
kau dan dia tlah sampai di puncak bukit,
saya tak heran kalian mampu melalui banyak hambatan
Pada akhirnya tetap menyatu,
Kau dan dia wajar membuka tenda kemudian menikmati keberhasilan dengan pesta minum teh romantis di cekung rembulan.
kalian selaras seperti warna-warni lampu kota,
kalian punya kesamaan yang sama,
Mendaki,
berenang dan
menyakiti hati seseorang.
Di suatu tempat di lereng bukit aku memperhatikan dari reremputan terdekat,
Aku hina jika masih mengganggu ketenanganmu, kau tlah menemukan langit yang kau cari,
Dan sedihnya bukan langit sepertiku,
tetapi ingatkan aku bahwa kita selalu menjadi aku dan kau
Meski sebatas pronomina jamak,
Antara aku dan ingatan tentangmu,
Berbahagialah selalu.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Rabu, 31 Mei 2017
Bukit mota
Senin, 29 Mei 2017
Dealova dengma dan ombak bait 6
Malam lebih basah dari biasanya
kasihan, embun tertahan di pekarangan,
gerimis terdengar seperti gesekan senar G pada biola,
malam semakin suntuk,
Dengma dan diktum notifikasi,
Ia berharap pesan dari akun si wanita ombak,nyatanya hanya detak jam dinding bersuara tiktok terdengar menggigil,
Hujan semakin riuh,
"Pasti katak berkenduri merayakan hujan,"
sahut dengma melihat ke jendela yang tertutup.
Suasana damai berubah menjadi rasa kantuk,
dengma bersila di depan rak, ia merapikan buku yang berdebu, dengma kadang membersihkan biliknya ketika malam hari,
ia ingin mematikan penyejuk ruangan agar debu tak beterbangan, tetapi ia menyukai suara gorden yang terkena hembusan kipas angin,
"aku berada di situasi sulit mengharuskanku menentukan pilihan antara kemungkinan yang sama menyenangkan juga membingungkan,"
dengma berucap sembari tertawa kecil.
(ia mematikan lampu,membuka jendela kawanan katak terlihat gembira di luar sana)
Sabtu, 27 Mei 2017
Dealova dengma dan ombak bait 5
Pantai meninggalkan sepasang jejak kaki, gulungan ombak silih berganti seakan menyuruhku untuk segera pergi, dengan rasa tak bersalah,
Ombak sadar tlah menghapus jejak seseorang.
sekarang rindu serupa mesin ketik tetapi giat mengukir nama yang salah,
mengetik Nama wanita yang akhirnya menjadi milik orang lain,
Memunculkan nama di notifikasi mimpiku,
Aku tanpamu tik,
Laksana menerbangkan layangan di langit tak berangin,
Kau membuatku sia-sia tak berguna.
Selasa, 23 Mei 2017
Mengheningkan senja
Ngarai selepas senja
Tebing dua warna,
Kuning dan rona jingga
rindu menjembatani keduanya.
Langit setelah senja
Bagai perempuan di ayunan,
Tiba-tiba murung berpangku tangan,
merindui pelukan ibu rembulan.
Awan mengheningkan senja
Derai kehangatan diatas atap,
Memberitahu memeluk sunyi
Mengajarkan cara tak terdeteksi
Senja di pohon, bernyanyi
Menari bersanda
Suaranya dipuji burung perkutut
Rasa iri mendesah di paruhnya.
Langit di akhir hari,
berpuisi,
mengukur mimpi dengan sejengkal jari,
Dilamun panorama ombak,
Mengheningkan senja.
Senin, 22 Mei 2017
Jus wortel bait 11
"Langit berwarna biru
Walau malam memberikannya dasar gelap,langit masih terlihat biru di cahaya rembulan yang redup,"
Aku mengingat suaramu,
Aku tak akan lupa nyengir tawa kecilmu disaat aku menceritakan cara agar bisa menarik perhatianmu.
aku ibarat gajah yang tak pernah lupa, cuma prasangka berpura-pura tak mengingat.
Aku hafal warna baju yang kau kenakan ketika kita jalan untuk pertama kalinya,
waktu itu, kita sepadan mengenakan baju berwarna putih, kau memakai kerudung hitam bergaris hijau lumut,
Aku yang menjemputmu tik,
kejadian yang bisa saja aku lupakan, tetapi waktu punya cara ajaib untuk selalu mengingatkan.
waktu, dimana kita berjalan di antara pesawahan, kau melihat rumah berbentuk unik,
"eh itu rumah holcin," aku menjawab pertanyaanmu yang menanyakan bentuk rumah itu dengan rasa penasaran.
di spion motor lenganmu masih setia di belakangku,
dengan sengaja aku mengarahkan kaca cembung ke arah wajahmu,
kau nampak cantik tik, wajahmu basah bermandikan sinar senja,
kulitmu tak terlalu putih tetapi selalu terlihat bersih,
Roman-romannya kita adalah pasangan yang sangat serasi.
Rabu, 17 Mei 2017
dealova Dengma dan ombak bait 4
"Kubangan tak bernama danau,
Meski berisi genangan,"
petang kemarin, dengma melangkaui setapak, melaju di gorong-gorong pembatas kota,
ia bersepeda bukan ingin Menitihkan keringat,
tetapi ia menuntut filosofi mengayuh dari sepasang kaki.
"Aku merindui ibarat fixie,
susah di remnya,"
Gombalan untuk ombak.
Dengma beropini buat apa ia mengharapkan sesuatu yang tlah bahagia,
mengapa ia mengingat sesosok perempuan yang memilih tersenyum diatas rasa sakitnya, dengma tak ada hak untuk kembali melompat,
dengma tak pantas memiliki,
di bandingkan dengan dia,
Dengma ibarat rumput kering yang tak tahu apakah akan hilang di tenggelamkan kemarau,
atau mati terinjak di kubangan hujan.
Dengma hanya ingin tahu keadaan ombak, ia berharap ombak tak melampaui bibir pantai.
Sebenarnya dengma tak menyukai instrumen menghentak,
kata orang mendengarkan lagu keras bagus untuk mengembalikan "mood" yang hilang,
sebagai penyeimbang ia menyelipkan nyanyian melan di list musik yang ia dengarkan.
"Danau ini belum bernama," katanya,
"aku berangan mengajakmu ke sini membuka tenda
Meneropong senja,
Danau telah menyediakan dua cangkir teh hangat untuk kita,"
"hanya kita berdua,
kau dan aku,"
dengma memang suka mengkhayal.
Minggu, 14 Mei 2017
0,08 detik
Berlari-lari kecil mengumpulkan pijakan tuk bisa melompat sekuat kaki kelinci,
Kau melayang 0,08 detik diangkasa
Lenganmu bersila di udara
Kaki mengayun melawan arah, berandai aku menjelma langit yang memeluk erat tubuhmu
dan akhirnya kau kembali,
Pulang jatuh ke bumi.
Kau membebaskanku
berselancar selama 0,08 detik di awan imaji,
kau membiarkanku menunggangi ombak sebelum senja merebutmu,
Di bibir masa lalu
Aku melihatmu 0,08 detik
dengan mata bersuara,
menyebut namamu
Sebagai pijakan awal tuk memanggilmu kembali
kau selaku 0,08 detik penyangga bahagiaku,
Walau kita sama-sama tahu,
kau menganggapku distorsi waktu paling berbahaya.
Selasa, 09 Mei 2017
Rumput dan daun bait 3
Serupa bunga,akan layu jika
lupa untuk menyirami
atau matahari yang tak mau lagi menyinari
Bak mencari kembaran mata anggunmu di antara tatanan kelopak bunga warna-warni
berikan aku waktu senantiasa untuk mencari bunga sepertimu.
Dahan tak akan meminta bunga untuk bermekaran,
hanya perkara waktu daun dan bunga di pertemukan
tetapi akan ada tatapan saling menyalahkan.
jika kelak bunga dan daun gugur jauh ke rumput ?
"Dahan Tak akan mengucapkan selamat tinggal
Mungkin selamat jalan lebih tepat untuk di ucapkan
Ini hanya soal berpindahan
bukan belajar melupakan "
Sahut rumput membuka pelukannya.
Senin, 08 Mei 2017
Dealova dengma dan ombak bait 3
mengharapkan kau memberiku maaf karena mengenangmu,
Juga maafkan aku selalu memikirkanmu,
tetapi itu keinsafan yang membuatku merasa nyaman,
senyaman menatap matahari tanpa gerah, seperti siang ini aku melihat matahari sembari mengingat matamu,malah mentari berbentuk senyuman bayi nan imut persis seperti di kartun 'teletubbies' yang nampak,
Aku goyah tik.
Kemarin diperjalanan, aku berbincang dengan sesosok yang kau kenal juga mengenal kalian dengan baik,
Katanya kalian telah melewati banyak penghalang untuk dapat menyatu, bagai sampan yang melawan angin laut,ia kan tetap berlayar selama ombak masih ada,
ia adalah sosok yang menyayangimu seutuhnya,
dia berani melakukan apa saja demi bisa berlayar denganmu selamanya,
Aku tahu kamu bahagia dengannya,rasa aman tersedia di bahunya, kau sandarkan kepalamu maka kau kan merasa dilindungi,
Terlindungi dari perasaanku yang (masih) mengharapkanmu.
"Setidaknya aku tahu, kau sehat-sehat saja, rianglah yakinkan ingatanku."
Rabu, 03 Mei 2017
Batasan
Kau bukan remaja lagi,
Perempuan dewasa pasti mengutamakan rasa nyaman,
Tak mementingkan bukti mengapa ia harus jatuh cinta
Di syair kahlil gibran, ia menulis ;
"cinta yang tak memperbarui dirinya setiap hari akan menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi perbudakan."
Mungkin kau selalu ada untuknya
Kau bisa memeluknya kapan saja,
Kau selalu tahu kapan waktu untuk membuatnya tertawa,
Kau adalah lilin ucapan saat ia berulang tahun,
Kau selalu ada tiap ia membutuhkan kecupan,
Tetapi kau tak mampu memberikannya rasa nyaman,
maka
tinggalkan.
Kau menyuruhku melupakannya
Sama hal dengan kau memintaku menyayangimu sepenuhnya,
Sulit buatku untuk berpura-pura
Kau tak bisa memaksa langit untuk membenci ombak meski mereka tak akan pernah bisa menyatu ,
Tetapi mereka yang membuat samudera berwarna biru.