Di kamarku kini mendung
Awan gelap menyelimuti
Suara cicak laksana rintik,
Mengingatmu,
Rasa-rasanya turun hujan
aku ibarat pohon yang engkau tebang menggunakan silet,tergores hari demi hari membuatku tumbang perlahan, menerpa duri belukar.
Tiap prosa untukmu
Aku jadikan Pesawat origami,
entahlah
hembusan angin menyampaikan tulisanku atau malah meniupkannya ke arah pembuangan limbah.
Aku juga tak pandai bermain harmonika,
Atau melantukan nada syurga
Aku hanya mampu menyusun huruf
Menjadikannya kata "luka".
Hina.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Selasa, 18 Oktober 2016
Luka perana
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar