Kamis, 20 Oktober 2016

Jeluk ramai bait 3



Pemandang gerak Panorama dahan,membuatku berasa animasi ketenangan,
Ketika memandangi pusparagam langit lebih asyik dibanding bermain dengan awan.
Aku lebih memilih menebak seberapa desibel suara angin sembari bersiul dikursi goyang,ketimbang mengunjungi caffee agar terlihat kekinian,

sebelum memulai rutinitas, aku biasakan Membalas senyum perkutut, yang selalu menyapaku dalam sangkar kayu.

Tak luput pula tunduk ke arah liontin pemberianmu, sebagai riang pemanis laksana kental madu dalam cangkir teh pagiku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar